Halo, Sobat Edupac! Kedokteran adalah salah satu jalur studi paling menantang dan bergengsi di dunia. Tapi tahukah kamu bahwa gelar dokter tidak selalu disebut “MD”? Di beberapa negara, gelar ini dikenal sebagai MBBS. Lalu, apa bedanya? Gelar kedokteran berbeda-beda tergantung sistem pendidikan suatu negara. Kalau kamu berniat kuliah kedokteran di luar negeri, penting banget untuk tahu perbedaan antara MBBS dan MD, biar nggak salah paham dan bisa merencanakan masa depan dengan tepat. Baik MBBS maupun MD punya tujuan utama yang sama: mendidik calon dokter untuk bisa mendiagnosis, merawat, dan menyembuhkan pasien. Namun, jalur pendidikannya bisa sangat berbeda, dan itulah yang akan kita bahas di artikel ini.
Pengertian MBBS
Gelar MBBS merupakan singkatan dari Bachelor of Medicine, Bachelor of Surgery, yaitu gelar utama dalam pendidikan kedokteran dalam pendidikan kedokteran di banyak negara (yalemedicine.org, 2022). Diambil dari bahasa Latin, “Medicinae Baccalaureus, Baccalaureus Chirurgiae”, yang menunjukkan gelar sarjana (S1) untuk bidang kedokteran dan bedah.
Dilansir dari saiuniv.org (2025), MBBS adalah gelar sarjana medis yang menjadi kualifikasi dasar untuk menjadi dokter dalam sistem pendidikan British (UK, Commonwealth, India). Program MBBS biasanya berlangsung selama 5 setengah tahun di universitas. Untuk bisa masuk ke program ini, calon mahasiswa harus telah menyelesaikan setidaknya pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA), terutama dengan latar belakang ilmu sains, atau memiliki salah satu kualifikasi berikut:
- A-levels (sistem pendidikan Inggris),
- International Baccalaureate (IB),
- Higher Secondary Certificate (10+2) dari India,
- V.W.O. (pendidikan pra-universitas di Belanda).
Metode pengajaran bisa berbeda-beda di tiap universitas. Ada universitas yang menggunakan pendekatan tradisional, di mana mahasiswa akan belajar teori dan ilmu dasar kedokteran selama beberapa tahun pertama (disebut fase pra-klinik), sebelum akhirnya memasuki lingkungan klinis (rumah sakit atau fasilitas medis). Namun, ada juga universitas yang lebih memilih pendekatan terintegrasi, di mana pengajaran di kelas dan pengalaman klinis dilakukan secara bersamaan sejak awal masa studi (saiuniv.org, 2025).
Pada umumnya, mahasiswa MBBS akan mempelajari anatomi, psikologi medis, ilmu biomedis, dan keterampilan klinis lainnya pada fase pra-klinik. Seperti contohnya University of Lancashire, pada tahun pertama dan kedua mendalami ilmu dasar kedokteran di kampus Preston. Lalu pada tahun ketiga hingga kelima akan pindah ke kampus Burnley (Victoria Mill) atau Westlakes Campus di Cumbria untuk praktikum atau penempatan klinis (lancashire.ac.uk, 2025).

MBBS vs. MD: Apa Perbedaannya?
-
Sistem Pendidikan dan Wilayahnya
Meskipun MBBS dan MD sama-sama memungkinkan seseorang menjadi dokter, keduanya berbeda dalam sistem pendidikan dan penggunaan wilayah. Dalam sistem pendidikan British (UK dan Commonwealth), MBBS adalah gelar sarjana kedokteran dasar, sedangkan gelar MD (Doctor of Medicine) biasanya merupakan gelar pascasarjana riset tingkat doktoral. Sementara itu, di Amerika Serikat MD adalah gelar profesional utama untuk dokter yang diperoleh setelah menyelesaikan pendidikan sarjana (S1) terlebih dahulu. (saiuniv.org, 2025)
-
Durasi dan Jenjang Pendidikan
Perbedaan utama lainnya termasuk durasi dan jenjang pendidikan. Program MBBS biasanya membutuhkan waktu kurang lebih lima setengah tahun untuk selesai (saiuniv.org, 2025). Sementara itu, program MD akan memakan waktu sekitar 4 tahun kuliah kedokteran ditambah 3–7 tahun residensi pasca-lulus dan harus lulus ujian lisensi nasional (yalemedicine.org, 2022).
Selain itu, program MBBS merupakan gelar medis pada jenjang sarjana (S1) yang dapat diambil langsung oleh lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA), terutama dari jurusan sains (IPA). Sementara itu, gelar MD adalah program pascasarjana yang mensyaratkan pelamar telah menyelesaikan studi sarjana khususnya B.Sc (Bachelor of Science) (saiuniv.org, 2025).
-
Pengakuan dan Kesetaraan Internasional
Secara global, MBBS dan MD dianggap primary medical qualification. Banyak regulator dan direktori dunia (seperti World Directory of Medical Schools) menempatkan sekolah MBBS dan MD setara sebagai pemenuhan persyaratan masuk ujian lisensi. Misalnya, ECFMG mensyaratkan sekolah terdaftar di direktori dunia agar lulusan (MBBS atau MD) bisa mengikuti USMLE (ecfmg.org, 2025).
Gelar MBBS diterima sebagai kualifikasi kedokteran dasar internasional, tetapi lulusan dari luar negeri tetap harus lulus ujian lisensi lokal seperti PLAB atau USMLE. Gelar MD juga diakui secara global sebagai setara MBBS untuk memenuhi syarat lisensi, asalkan lulusan memenuhi persyaratan ujian masing-masing negara (USMLE di AS, misalnya). Oleh karena itu, dari segi pengakuan formal, MBBS dan MD saling setara sebagai kualifikasi dokter, namun setiap negara punya regulasi spesifik yang menentukan penerimaan dan kesetaraan praktiknya. (ecfmg.org, 2025) (gmc-uk.org, 2025)
-
Proses Lisensi dan Akreditasi
Lisensi praktik kedokteran sangat bergantung pada standar negara. Di Amerika Serikat, lulusan MD harus lulus tiga tahap USMLE (Step 1–3) untuk mendapatkan lisensi praktek. Mahasiswa internasional lulusan MBBS harus mendapat sertifikasi ECFMG dan lulus USMLE untuk melanjutkan ke residensi AS. ECFMG mensyaratkan bahwa sekolah kedokteran (MBBS atau MD) tercantum dalam World Directory of Medical Schools untuk memenuhi syarat ujian. (ecfmg.org, 2025)
Di Inggris, lulusan MBBS lokal langsung mendaftar ke GMC setelah foundation; lulusan MBBS asing harus lulus ujian PLAB (Professional and Linguistic Assessments Board) untuk membuktikan kompetensi klinis mereka. GMC menggunakan PLAB untuk memverifikasi bahwa dokter berlatih dari luar (termasuk gelar MBBS) memiliki pengetahuan dan keterampilan dasar yang sesuai bagi praktik di Inggris. (gmc-uk.org, 2025)
-
Peluang Karier Pasca-Kelulusan
Setelah menyelesaikan program MBBS di negara-negara seperti India, Inggris, atau negara-negara Commonwealth lainnya, lulusan umumnya dapat langsung praktik sebagai dokter umum setelah menyelesaikan masa magang (internship) atau program foundation selama 1–2 tahun, tergantung kebijakan negara masing-masing. Mereka sudah dianggap memiliki kompetensi dasar klinis untuk menangani pasien secara langsung sebagai dokter umum. (healthcareers.nhs.uk, 2025)
Sementara itu, lulusan MD di Amerika Serikat tidak dapat langsung praktik setelah lulus dari sekolah kedokteran. Mereka wajib mengikuti program residensi terlebih dahulu, yaitu pelatihan klinis lanjutan di rumah sakit yang berlangsung antara 3 hingga 7 tahun tergantung spesialisasi yang diambil. Program residensi ini menjadi syarat mutlak sebelum mendapatkan lisensi medis penuh dan diperbolehkan untuk praktik mandiri sebagai dokter. (ama-assn.org, 2025)
Kesimpulan
Jadi, kesimpulan yang bisa diambil adalah, MBBS adalah gelar kedokteran yang bisa diambil langsung setelah SMA (sistem British/Commonwealth) dan setelah lulus plus masa magang/Foundation dapat langsung praktik sebagai dokter umum. Sementara itu, MD di AS diperoleh setelah gelar sarjana, kemudian lulusan harus menjalani residensi (3–7 tahun) dan lulus USMLE sebelum praktik mandiri. Secara global, keduanya diakui sebagai kualifikasi dokter, tetapi lulusan MBBS asing perlu melewati ujian lisensi lokal (mis. PLAB di Inggris atau ECFMG + USMLE di AS), sedangkan lulusan MD AS mengikuti jalur residensi dan lisensi di AS.
Apakah kamu bercita-cita untuk menjadi dokter di luar negeri, seperti Amerika Serikat atau Inggris? Konsultasi sekarang dengan education counsellor kami, dengan mengisi data diri di halaman berikut: EduXpert Indonesia, atau terhubung dengan Customer Service kami melalui WhatsApp:
Jangan lupa untuk follow media sosial kami, agar kamu tidak ketinggalan informasi beasiswa, promo, event, dan lain sebagainya. Klik link berikut untuk menuju media sosial kami:
- Instagram: @edupacindonesia
- Facebook: @EdupacIndonesiaHQ.
Ikuti terus artikel kami selanjutnya, Thank You!

