Halo, Sobat Edupac! Pernah bingung harus ambil TOEFL atau IELTS? Keduanya sama-sama tes kemampuan bahasa Inggris, tapi kenyataannya, keduanya punya banyak perbedaan baik itu dari format, struktur, hingga penilaiannya. Supaya kamu tidak penasaran dan tidak salah pilih, yuk kita kupas perbedaannya satu per satu!
1. Perbedaan dari Format Ujian
Walaupun sama-sama menilai bahasa Inggris dalam empat keterampilan (Listening, Reading, Writing, dan Speaking), namun TOEFL iBT dan IELTS berbeda dalam formatnya.
TOEFL iBT hanya tersedia dalam format berbasis komputer, baik diselenggarakan di pusat ujian atau melalui home edition. Ujian berbasis kertas (Paper Edition) sudah dihentikan oleh ETS pada 20 January 2024. (ets.org, 2025)
Sementara itu, IELTS baik itu Academic atau General Training menawarkan keduanya baik itu berbasis kertas maupun komputer. Tidak hanya itu, IELTS juga memiliki versi online dan sudah tersedia di lebih dari 60 negara dan wilayah di seluruh dunia. Meskipun untuk keperluan visa/imigrasi masih memerlukan IELTS secara langsung. (ielts.idp.com, 2025)
2. Struktur Ujian
Baik IELTS atau TOEFL iBT, pengujiannya meliputi empat bagian, tetapi tugasnya berbeda:
-
Listening
Format terbaru dari TOEFL iBT bagian listening kini berdurasi sekitar 36 menit. Dalam waktu tersebut, peserta akan mendengarkan 3 materi perkuliahan dan 2 percakapan, dengan total 28 soal yang harus dijawab. (ets.org, 2025)
Berbeda dengan IELTS, listening berlangsung selama 30 menit dan terdiri atas 4 rekaman audio—gabungan antara percakapan sehari-hari dan ceramah perkuliahan akademik dengan berbagai aksen. Jumlah soal yang harus dikerjakan ada 40 pertanyaan. (ielts.org, 2025)
-
Reading
TOEFL iBT memberikan 2 bacaan, masing-masing sekitar 700 kata. Peserta ujian diberikan waktu 35 menit, dengan total 20 pertanyaan yang harus dijawab. (ets.org, 2025)
Sementara itu, IELTS memiliki 3 bacaan, jika ditotal sekitar 2150–2750 kata. Durasi pengerjaan 60 menit, dengan 40 pertanyaan. (ielts.org, 2025)
-
Speaking
Speaking TOEFL iBT berdurasi 16 menit dan dikerjakan menggunakan komputer dengan mikrofon. Terdapat 4 tugas: 1 tugas independen dan 3 tugas terintegrasi. Semua jawaban direkam dan kemudian dinilai oleh tim dari ETS. (ets.org, 2025)
Kalau IELTS, ujian Speaking berlangsung selama 11–14 menit dalam bentuk wawancara langsung tatap muka dengan seorang penguji. Terbagi menjadi tiga bagian: pertanyaan pengantar, monolog terstruktur selama 1–2 menit, dan diskusi dua arah. Penilaian dilakukan secara langsung oleh penguji. (ielts.ca, 2025)
-
Writing
Bagian Writing TOEFL iBT berdurasi total 29 menit dan terdiri dari dua tugas. Tugas pertama merupakan tugas terintegrasi, di mana peserta harus membaca teks dan mendengarkan kuliah, lalu menuliskan ringkasan dari keduanya (sekitar 20 menit). Tugas kedua adalah esai mandiri yang ditulis berdasarkan opini atau pengalaman pribadi (sekitar 10 menit). (ets.org, 2025)
Sementara itu, IELTS berdurasi 60 menit dan juga terdiri dari dua tugas. Tugas pertama mengharuskan peserta menulis laporan singkat (sekitar 150 kata) yang menjelaskan data dalam bentuk grafik atau diagram. Tugas kedua adalah esai sepanjang 250 kata yang membahas suatu isu. (ielts.org, 2025)
3. Tipe Pertanyaan
TOEFL iBT menggunakan format pilihan ganda (multiple choice) dan drag and drop untuk semua pertanyaannya. Di sisi lain, IELTS menawarkan variasi format yang lebih beragam—mulai dari isian singkat (fill in the blank), pernyataan true/false/not given, mencocokkan kalimat, pilihan ganda, hingga jenis pertanyaan lainnya.
4. Cara Penilaian
TOEFL iBT menilai setiap bagian dengan skor antara 0 hingga 30, dan total keseluruhan berkisar dari 0 sampai 120. (ets.org, 2025)
Sementara itu, IELTS memberikan skor untuk setiap bagian dari 0 hingga 9, lalu menghitung nilai rata-rata dari keempat bagian tersebut untuk menghasilkan skor keseluruhan (overall band score), dibulatkan ke angka 0,5 terdekat. Misalnya, jika rata-rata adalah 6,25 maka skor akhirnya akan menjadi 6,5. (ielts.org, 2025)
5. Durasi Ujian
Menurut ets.org (2025), Sesi tes TOEFL iBT yang baru berlangsung sekitar 2 jam (sekitar 116 menit waktu pengerjaan), ditambah waktu check-in dan istirahat singkat—sehingga total durasinya kurang lebih 2 ½ jam. (ets.org, 2025)
Sedangkan IELTS membutuhkan waktu sekitar 2 jam 45 menit, terdiri dari Listening selama 30 menit, Reading 60 menit, dan Writing 60 menit, dengan jeda istirahat singkat. (ielts.org, 2025)
6. Biaya Ujian
Untuk TOEFL iBT, biaya ujiannya bagi warga negara Indonesia adalah sebesar $210. Kalau dikonversikan ke rupiah sekitar Rp. 3.409.118. (ets.org, 2025)
Sementara itu, untuk IELTS biaya ujiannya adalah Rp. 3.350.000, baik itu paper-based test atau dengan komputer. (britishcouncil.org, 2025)
7. Waktu Pengumuman Skor
TOEFL iBT memberikan hasil resmi dalam waktu sekitar 4–8 hari setelah tes dilaksanakan. (ets.org, 2025)
IELTS memiliki dua skema waktu pengumuman tergantung pada format ujiannya. IELTS berbasis komputer, hasil keluar dalam 3–5 hari kerja. Sementara itu, IELTS berbasis kertas: hasil tersedia dalam waktu 13 hari setelah ujian.(ielts.idp.com, 2025)
Nah, sekarang kamu sudah tahu kan bedanya TOEFL dan IELTS? Jangan cuma ikut-ikutan teman, karena pilihan terbaik adalah yang sesuai dengan kebutuhan dan gaya belajarmu sendiri. Ingat, skor tinggi dimulai dari persiapan yang tepat. Jadi, pilih tes yang paling cocok buat kamu dan mulai belajar dari sekarang.
Butuh kursus TOEFL atau IELTS? Ikuti kelas dari Edupac Indonesia saja! Belajar langsung dengan tutor berpengalaman dan kurikulum berstandar Kaplan yang telah terbukti selama puluhan tahun membantu banyak pelajar meraih skor terbaik. Klik tombol Whatsapp berikut untuk terhubung dengan Customer Service kami:
Jangan lupa untuk follow media sosial kami, agar kamu tidak ketinggalan informasi beasiswa, promo, event, dan lain sebagainya. Klik link berikut untuk menuju media sosial kami:
- Instagram: @edupacindonesia
- Facebook: @EdupacIndonesiaHQ.
Ikuti terus artikel kami selanjutnya, Thank You!

