309 Views 8 minutes November 3, 2025

Halo, Sobat Edupac! Selama bertahun-tahun, strategi bisnis dan teknologi informasi (IT) sering dipandang sebagai dua hal yang berdiri sendiri, dimana IT hanya berperan sebagai pendukung operasional perusahaan saja. Namun, penelitian yang dilakukan oleh Bharadwaj, et al. (2013) menunjukkan bahwa pandangan tersebut sudah tidak relevan di era digital saat ini. Teknologi kini telah menjadi bagian utama dari strategi bisnis, bukan lagi hanya menjadi pelengkap. Setiap elemen perusahaan — mulai dari produk, layanan, hingga interaksi dengan pelanggan — kini saling terhubung melalui sistem digital dan memengaruhi satu sama lain. Segala upaya yang menempatkan teknologi dalam melakukan aktivitas berbisnis, biasa dikenal sebagai bisnis digital. Tapi, apa sebenarnya yang dimaksud dengan bisnis digital? Apakah sekadar menjual produk secara online, atau ada strategi besar di baliknya yang membuat perusahaan bisa bertahan dan terus tumbuh di era digital?

Yuk, simak artikelnya berikut ini:

Apa itu Bisnis Digital?

pengertian-bisnis-digital
Sumber: freepik.com (2025)

Menurut Bharadwaj et al. (2013), bisnis digital merupakan strategi yang dirancang oleh organisasi untuk memanfaatkan berbagai sumber daya digital guna menciptakan nilai yang unik (berbeda dengan yang lainnya). Dengan kata lain, bisnis digital tidak hanya sebatas menjual produk secara online, tetapi lebih pada bagaimana perusahaan mengoptimalkan teknologi dalam meningkatkan daya saing.

Contohnya:

  • Amazon tidak hanya toko online — mereka mengintegrasikan data, cloud computing, dan algoritma untuk menciptakan pengalaman belanja yang personal.
  • Gojek bukan sekadar aplikasi transportasi — tapi ekosistem digital yang menghubungkan mitra, pelanggan, dan layanan keuangan dalam satu platform.
  • Edupac juga memiliki Learning Management System (LMS) — platform yang mempermudah peserta dalam belajar, mengakses materi, serta mengikuti kelas secara fleksibel.

Dengan kata lain, bisnis digital adalah penyatuan antara strategi bisnis dan strategi teknologi untuk menciptakan nilai baru bagi pelanggan dan perusahaan.

8 Strategi Sukses dalam Bisnis Digital

strategi-bisnis-digital
Sumber: freepik.com (2025)

Di era digital seperti sekarang, strategi bisnis tidak bisa lagi dipisahkan dari strategi teknologi. Perusahaan yang ingin bertahan dan berkembang harus mampu menggabungkan keduanya — membangun arah bisnis yang jelas sambil memanfaatkan kekuatan digital secara maksimal.

Berikut delapan strategi sukses yang dirangkum dari pemikiran Pehrsson (2024) dan Callan (2022) tentang bagaimana bisnis bisa tumbuh dan tetap relevan di era teknologi saat ini:

1. Tentukan Tujuan dan Nilai yang Jelas

Sebelum kamu menerapkan teknologi apa pun, langkah pertama yang perlu kamu lakukan adalah memahami alasan di balik bisnis yang kamu jalankan. Seperti yang dijelaskan oleh Callan (2022), strategi digital yang efektif selalu dimulai dari purpose — tujuan dan nilai yang ingin kamu capai. Teknologi hanyalah alat bantu, sementara arah bisnis dan nilai pelanggan adalah pondasinya. Kamu perlu tahu masalah apa yang ingin kamu selesaikan, nilai apa yang kamu tawarkan, dan bagaimana teknologi bisa memperkuat hal tersebut.

Misalnya, Gojek tidak lahir karena tren aplikasi, melainkan dari keinginan sederhana untuk mempermudah mobilitas masyarakat Indonesia. Teknologi hanya menjadi jembatan untuk memperluas dampak tujuan tersebut. Dengan memahami nilai dan tujuan sejak awal, kamu tidak akan mudah terjebak pada “ikut-ikutan digital”, melainkan membangun strategi yang relevan dan berkelanjutan.

2. Integrasikan Strategi Bisnis dan Digital

Menurut Pehrsson (2024), strategi digital tidak boleh berjalan terpisah dari strategi bisnis utama. Banyak perusahaan yang gagal karena memperlakukan digital sebagai proyek tambahan, bukan bagian dari strategi inti. Di era ini, setiap keputusan bisnis — mulai dari pemasaran, keuangan, hingga pengelolaan sumber daya manusia — harus mempertimbangkan peran teknologi di dalamnya.

Callan (2022) menyebut tahap ini sebagai fase design, yaitu saat kamu merancang arah bisnis yang menjadikan digital sebagai jantung strategi, bukan pelengkapnya. Contohnya, Tokopedia menggabungkan visi bisnis dan digital sejak awal. Mereka tidak sekadar berjualan online, tetapi membangun model bisnis digital yang mendukung semua aspek — mulai dari penjual, pembeli, hingga mitra logistik.

3. Bangun Keunggulan Kompetitif Digital

Dalam bisnis digital, keunggulan kompetitif tidak lagi bergantung pada produk fisik, tetapi pada seberapa cepat kamu beradaptasi dan memanfaatkan data. Pehrsson (2024) menekankan bahwa keunggulan kompetitif digital tercipta melalui inovasi, efisiensi, dan pengalaman pelanggan yang unggul. Semakin kamu memahami perilaku pelanggan lewat data, semakin besar peluangmu menciptakan nilai yang sulit ditiru oleh pesaing.

Sebagai contoh, Netflix tidak sekadar menyediakan banyak film — keunggulannya terletak pada algoritma rekomendasi yang memahami selera setiap pengguna. Dengan menganalisis data tontonan, Netflix mampu menciptakan pengalaman personal yang membuat pelanggan betah dan loyal. Hal yang sama bisa kamu terapkan dalam bisnismu: gunakan data untuk mengenal pelanggan lebih dalam dan berinovasi lebih cepat.

4. Kembangkan Kapabilitas Digital di Dalam Organisasi

Strategi digital hanya bisa berjalan jika orang-orang di dalam organisasi memiliki kemampuan untuk mengeksekusinya. Callan (2022) menjelaskan pentingnya membangun digital business capabilities, yaitu keterampilan dan pola pikir yang membuat tim mampu beradaptasi dengan perubahan teknologi. Ini mencakup kepemimpinan digital, pengambilan keputusan berbasis data, inovasi berkelanjutan, serta kolaborasi lintas divisi.

Sebagai pemilik bisnis, kamu perlu memastikan timmu memahami teknologi dan mampu menggunakannya untuk meningkatkan kinerja. Kamu juga perlu menanamkan budaya belajar terus-menerus agar tim tidak takut mencoba hal baru. Pehrsson (2024) menambahkan bahwa pengembangan kemampuan internal ini merupakan elemen penting dari strategy content, yaitu bagaimana sumber daya digital dioptimalkan untuk mencapai tujuan bisnis.

5. Gunakan Pendekatan Agile dan Eksperimen Terus-Menerus

Bisnis digital menuntut kamu untuk sigap dan cepat beradaptasi. Callan (2022) menyebut pendekatan ini sebagai bagian dari tahap build — di mana kamu tidak menunggu strategi sempurna, tetapi bereksperimen, menguji hasil, dan memperbaiki secara berkelanjutan. Dunia digital berubah terlalu cepat untuk pendekatan kaku; keberhasilan datang dari kemampuan untuk mencoba hal baru dan belajar dari hasilnya.

Contohnya, Instagram awalnya hanyalah aplikasi berbagi foto sederhana. Namun, berkat pola pikir agile, mereka terus menambahkan fitur berdasarkan umpan balik pengguna — hingga kini menjadi salah satu platform terbesar di dunia. Kamu pun bisa menerapkan prinsip serupa: mulai dari ide kecil, ukur hasilnya, lalu lakukan perulangan.

6. Bangun Budaya Kerja Digital

Teknologi tidak akan membawa hasil maksimal jika tidak didukung budaya organisasi yang terbuka terhadap perubahan. Pehrsson (2024) menegaskan bahwa konteks organisasi — termasuk nilai, struktur, dan budaya — sangat memengaruhi keberhasilan strategi digital. Sedangkan Callan (2022) menyebutnya sebagai culture of learning, yaitu budaya yang membuat tim berani mencoba, tidak takut gagal, dan mau belajar cepat.

Sebagai pelaku bisnis, kamu perlu menciptakan lingkungan kerja yang kolaboratif dan inovatif. Dorong tim untuk berbagi ide, bereksperimen, dan beradaptasi dengan cara kerja baru. Perusahaan seperti Google dan Netflix berhasil mempertahankan keunggulan mereka karena menanamkan budaya belajar dan kebebasan berkreasi di dalam organisasi.

7. Buat Roadmap dan Mengukur Dampak

Setiap strategi digital harus memiliki arah yang jelas dan ukuran keberhasilan yang konkret. Pehrsson (2024) menekankan pentingnya menghubungkan strategi digital dengan outcome — baik dari sisi operasional maupun finansial. Artinya, kamu perlu tahu apakah strategi digitalmu benar-benar meningkatkan efisiensi, kepuasan pelanggan, dan pendapatan bisnis.

Callan (2022) juga menambahkan pentingnya membuat roadmap digital, yaitu peta perjalanan strategis yang fleksibel dan adaptif terhadap perubahan pasar. Dengan roadmap ini, kamu bisa menentukan prioritas, mengalokasikan sumber daya dengan tepat, dan mengevaluasi hasil secara berkala. Banyak startup sukses karena mereka tahu ke mana harus melangkah, metrik apa yang diukur, dan kapan harus menyesuaikan strategi.

8. Siapkan Bisnis untuk Masa Depan (Future-Proofing)

Teknologi dan perilaku konsumen akan terus berubah, dan kamu harus siap menghadapinya. Callan (2022) menyebut proses ini sebagai future-proofing — memastikan bisnis tetap relevan di masa depan dengan terus berinovasi dan berinvestasi pada kemampuan baru. Artinya, kamu tidak bisa berhenti belajar dan beradaptasi setelah mencapai kesuksesan jangka pendek.

Sebagai contoh, banyak bank besar kini bertransformasi menjadi digital banking dan mengadopsi kecerdasan buatan untuk melayani generasi muda yang serba digital. Prinsipnya sama untuk semua bisnis: terus pantau tren, pelajari teknologi baru, dan kembangkan strategi yang fleksibel. Seperti dikatakan Pehrsson (2024), keberhasilan jangka panjang berasal dari kemampuan bisnis untuk menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungan secara cepat dan strategis.

Referensi:

  • Bharadwaj, A., El Sawy, O. A., Pavlou, P. A., & Venkatraman, N. (2013). Digital business strategy: Toward a next generation of insights. MIS Quarterly, 37(2), 471–482.
  • Callan, G. (2022). Digital business strategy: How to design, build, and future-proof a business in the digital age. Routledge.
  • Pehrsson, A. (2024). Digital business strategy: Content, context and cases. Routledge.

Kesimpulan

Kesuksesan dalam bisnis digital tidak hanya ditentukan oleh seberapa canggih teknologi yang kamu gunakan, tetapi oleh cara kamu memadukan visi bisnis, strategi digital, dan budaya inovatif di dalam organisasi. Seperti yang dijelaskan oleh Bharadwaj et al. (2013), Pehrsson (2024), dan Callan (2022), kunci utama terletak pada kemampuanmu untuk beradaptasi, berinovasi, serta menciptakan nilai yang berbeda bagi pelanggan melalui pemanfaatan sumber daya digital. Dengan strategi yang jelas, tim yang siap, dan semangat untuk terus belajar, bisnismu tidak hanya akan bertahan di era digital — tetapi juga tumbuh dan memimpin perubahan.

Di tengah laju transformasi digital yang begitu cepat, dunia bisnis membutuhkan pemimpin yang tidak hanya memahami teori manajemen, tetapi juga mampu berpikir strategis dan menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi global. Di sinilah pentingnya melanjutkan studi ke jenjang Master of Business Administration (MBA).

Melalui program MBA, kamu akan memperoleh pemahaman mendalam tentang bagaimana bisnis berjalan secara menyeluruh — mulai dari strategi, keuangan, pemasaran, hingga kepemimpinan dan inovasi berbasis teknologi. Program ini dirancang untuk melatih kamu menjadi pemimpin yang visioner, mampu mengambil keputusan berdasarkan data, dan siap menghadapi tantangan bisnis lintas industri dan budaya di era digital.

Access-MBA-November-2025
Ingin lanjut ke MBA? Temukan program terbaik, universitas unggulan, dan networking hebat di ACCESS MBA Jakarta! Klik gambar untuk informasi lebih lanjut!

 

Punya pertanyaan terkait kuliah di luar negeri atau program MBA? Konsultasi gratis dengan ahlinya, EduXpert Indonesia! Isi data diri di link berikut: www.edupac-id.com/university/ atau terhubung dengan Customer Service kami dengan klik WhatsApp berikut:

whatsapp-kaplan-edupac-jakarta

Jangan lupa untuk follow media sosial kami, agar kamu tidak ketinggalan informasi beasiswa, promo, event, dan lain sebagainya. Klik link berikut untuk menuju media sosial kami:

Instagram: @edupacindonesia

Ikuti terus artikel kami selanjutnya, Thank You!