Hallo, Kaplanners! Pada artikel kali ini, kami ingin membahas kembali mengenai event QS Discover & Connect pada tanggal 11 November 2023. Pada artikel sebelumnya, kita membahas tentang foto yang tim dokumentasi ambil saat proses berlangsungnya event. Kamu bisa cek artikelnya di link berikut: Potret Keseruan QS Masters & MBA Fair 11 November 2023. Nah, jangan lupa kalau kami juga memiliki dokumentasi wawancara pengunjung event. Pertanyaan yang kami berikan ke pengunjung bervariatif, yuk simak wawancara kami berikut ini:
Question 1: Ingin ambil kuliah Master atau MBA?
Rani
Mahasiswi Binus – Desain Komunikasi Visual
(saya ingin ambil) Master, ini lagi mencari-cari sih (ingin kuliah master apa), masih belum tau.
Kelvin
Mahasiswa ITB – Teknik Kimia
Saya sebenarnya kepikiran untuk ambil MBA, tapi saya masih terbuka untuk yang lain juga. Kalau ambil Master antara Data Science, Big Data, atau semacam itu.
Thalia
Karyawan Swasta – Project Management
Aku mau ambil Master sih, karena pekerjaan aku yang sebagai Project Management, (mau ambil) Master in Project Management.
Dinda
Alumni Universitas Indonesia – Public Policy
Kalau aku mau ambil master. Mau lanjutin (jurusan) S1 aku, (jadi mau ambil) Master in Public Policy.
Nadiva
Mahasiswi Universitas Indonesia – Communication Social Science
Kalau aku Master in Management, sebenarnya masih mikir-mikir tapi sepertinya yang paling cocok sejauh ini itu sih.
Saddam
Mahasiswa ITB – Teknik Mesin
Kalau saya sih rencananya ingin (ambil) Master tapi bukan MBA, lebih tepatnya Master in Science (M.Sc).
Daniel
Karyawan Swasta – Operation di Fintech
Tergantung sih, beberapa kampus memang ada menawarkan program MBA yang bagus, beberapa kampus ada operation management.
Fatma Dewi Sinurat
Karyawan Swasta – Senior Business Development
Rencana saya mau ambil MBA kemungkinan, karena menyesuaikan role dan jobdesk yang sekarang. Which is, more like business development.
Aldi
Mahasiswa – Universitas Padjadjaran
Mau ambil Master, banyak sih sebenarnya, fleksibel ya bisa management, bisa public policy, tapi banyak liat yang management sih.
Zahwawi Zein
Internship Instructional Design Changemaker – Biji-biji Initiative
Karena saya education, jadi pastinya ambil Master program, dan alhamdulillah tadi nemu banyak insight tentang sekolah education di berbagai universitas yang hadir di QS Event ini.
Question 2: Rencana mau kuliah di negara mana?
Rani
Mahasiswi Binus – Desain Komunikasi Visual
Insyaallah, kalau misalnya engga UK, Singapore, atau Australia.
Kelvin
Mahasiswa ITB – Teknik Kimia
Sebenarnya itu masih binggung, tapi yang saya liat itu adalah Singapore, UK, atau US.
Thalia
Karyawan Swasta – Project Management
Sekarang ini tujuan aku, UK atau Australia sih.
Dinda
Alumni Universitas Indonesia – Public Policy
Kalau aku sih inginnya UK.
Nadiva
Mahasiswi Universitas Indonesia – Communication Social Science
Kalau dari aku sendiri mungkin, belum ada yang spesifik tapi kalau region-nya mungkin Eropa.
Saddam
Mahasiswa ITB – Teknik Mesin
Kalau saya tidak ada spesifik mau kemana, tapi mungkin saya cenderungnya ke UK.
Daniel
Karyawan Swasta – Operation di Fintech
Paling optimalnya sih Singapore, sepertinya. Karena deket dan juga familiar, (sesama) ASEAN juga kan. Pilihan nomer dua mungkin kalau tidak Australia, paling Inggris sih.
Fatma Dewi Sinurat
Karyawan Swasta – Senior Business Development
Kalau untuk fokusnya ingin ke negara mana, mungkin lebih ke Amerika atau wilayah Eropa.
Aldi
Mahasiswa – Universitas Padjadjaran
Ada sih, utamanya Australia, lalu Irlandia, atau Inggris.
Zahwawi Zein
Internship Instructional Design Changemaker – Biji-biji Initiative
Untuk tujuan negaranya itu, bismillah fix-nya itu dua antara UK atau USA.
Question 3: Kriteria apa yang menjadi pertimbangan dalam memilih suatu universitas?
Rani
Mahasiswi Binus – Desain Komunikasi Visual
Kriteria utamanya sih programnya ya, bisa memberikan fasilitas lebih tidak, misalnya ada program internshipnya tidak, (lalu) kalau misalnya program entrepreneur bisa bantuin nyari investor tidak, gitu.
Kelvin
Mahasiswa ITB – Teknik Kimia
Kriteria utama dari ranking universitas seberapa tinggi, ranking subject di universitas itu seberapa tinggi, durasi karena durasi itu berpengaruh ke opportunity cost berarti kan masa itu saya tidak bekerja, terus juga scholarship yang available.
Thalia
Karyawan Swasta – Project Management
Mungkin aku lihat dulu mereka bagusnya dimana, management, atau teknologi, atau engineer, jadi sebenarnya kita juga bisa membaca ya, kalau misalnya universitas itu dominannya dimana. Misal kalau Australia kan memang kebanyakan management, UK juga banyak management, mungkin karena aku jurusan project management, mungkin aku lebih ngeliatnya ke management sih.
Dinda
Alumni Universitas Indonesia – Public Policy
Faktor utamanya sih, pasti majornya dulu ya, tergantung jurusan apa yang aku mau apakah ada atau tidak. Itu yang paling penting sih dari yang aku lihat, karena kalau aku ngelihat kampus sih ngelihat spesifiknya dulu yang aku mau. Sisanya, mungkin kampusnya juga bagus.
Nadiva
Mahasiswi Universitas Indonesia – Communication Social Science
Selain jurusan mungkin, seperti kota dari universitasnya, mungkin budaya disana bagaimana. Lebih mudah kalau misalnya budayanya cocok sama yang udah kita dapetin disini, jadi adaptasinya tidak sulit.
Saddam
Mahasiswa ITB – Teknik Mesin
Mungkin kalau saya, saya lihat reputasinya, prestise-nya, terus ranking-nya, gitu, dan requirement juga, soalnya kalau tidak sesuai ‘kan kita tidak bisa masuk.
Daniel
Karyawan Swasta – Operation di Fintech
Sebenarnya, penting juga mempertimbangkan reputasi nama. Secara pribadi, saya memberikan perhatian khusus pada nama, termasuk peringkat dan program studinya. Peringkat biasanya mencerminkan kualitas program studi. Jadi, pertimbangan pertama saya adalah melihat reputasi universitasnya, apakah bagus atau tidak. Kemudian, untuk program studi yang diinginkan, misalnya, MBA atau Operations, saya akan memastikan bahwa universitas tersebut memiliki reputasi yang baik di bidang tersebut. Jadi, jika reputasinya sudah terbukti di sana, baru kemudian saya mempertimbangkan negara sebagai pilihan kedua.
Fatma Dewi Sinurat
Karyawan Swasta – Senior Business Development
Yang pasti, kalau saya sendiri prefer-nya itu gimana sih universitas itu mencetak lulusan-lulusan, artinya setelah lulus dari situ alumni-alumni nya bekerja dimana, itu kan bisa jadi acuan preferensi kita dan itu bisa jadi koneksi kedepannya. Jadi yang saya pikirkan bukan hanya belajarnya, proses belajar disana, tapi juga koneksinya, orang-orang disananya, gitu.
Aldi
Mahasiswa – Universitas Padjadjaran
Kalau aku sih, besarnya itu bagaimana lompat ke kerja kan, contohnya Irlandia tadi kan, program mereka itu dua tahun masih bisa kerja, itu besarnya (utamanya). Mungkin sebetapa cepat bisa kerja kali ya.
Zahwawi Zein
Internship Instructional Design Changemaker – Biji-biji Initiative
Kalau untuk kriterianya, pasti yang pertama, program yang emang diminati ya, karena kalau program yang diminatinya enak pasti kuliahnya juga lancar dan tidak susah ya. Terus juga dari kelengkapan dari universitasnya, apakah universitasnya bisa membantu kita mencari karir kedepannya, apakah ada tambahan sertifikasinya. Dan juga dari wilayah ya, daerah atau kota apakah aman bagi international students, menurutku itu tiga poin penting sih.
Question 4: Jika diterima oleh seluruh universitas yang hadir pada QS Event ini, bisa berikan 3 universitas yang akan diambil?
Rani
Mahasiswi Binus – Desain Komunikasi Visual
University of Sydney, Lancaster University, National University of Singapore (NUS).
Kelvin
Mahasiswa ITB – Teknik Kimia
National University of Singapore – MBA, Nanyang Technological University – MBA, Hong Kong University of Science and Technology – Big Data
Thalia
Karyawan Swasta – Project Management
University of Sydney, University of Glasgow, University of Lancaster.
Dinda
Alumni Universitas Indonesia – Public Policy
King’s College Business School, University of Glasgow
Nadiva
Mahasiswi Universitas Indonesia – Communication Social Science
Bocconi University, HEC Paris, WHU Otto Beisheim School of Management.
Saddam
Mahasiswa ITB – Teknik Mesin
Imperial College London, University of Glasgow, New York University (NYU) atau University of Bath.
Daniel
Karyawan Swasta – Operation di Fintech
National University of Singapore, Nanyang Technological University, University of Edinburgh.
Fatma Dewi Sinurat
Karyawan Swasta – Senior Business Development
University of Edinburgh, George Washington University, Nanyang Technological University
Aldi
Mahasiswa – Universitas Padjadjaran
University of Sydney, Leeds University, King’s College London
Zahwawi Zein
Internship Instructional Design Changemaker – Biji-biji Initiative
University of Bristol, Purdue University, Northeastern University
Question 5: Boleh berikan kesan, kritik, dan saran terkait QS Discover & Connect?
Rani
Mahasiswi Binus – Desain Komunikasi Visual
So far sih sudah bagus ya, sudah lancar, terus acaranya juga sudah rapi tadi ya. Jadi, sudah udah bagus lah.
Kelvin
Mahasiswa ITB – Teknik Kimia
Tidak ada sih, sudah bagus. Paling saran saya, datangkan lebih banyak universitas lain lagi.
Thalia
Karyawan Swasta – Project Management
Emm.. udah cukup sih menurut aku, semua sudah tertata juga, yang ada di stand nya juga, bapak ibunya juga membantu pertanyaan-pertanyaannya, dan juga cepat jawabnya.
Dinda
Alumni Universitas Indonesia – Public Policy
Sepertinya sedikit kurang kondusif sih di awal ngantrinya, terus mungkin sama tempatnya agak kecil,karena ini rame ya, mungkin bisa lebih gede aja sih untuk tempat selanjutnya, so far is good.
Nadiva
Mahasiswi Universitas Indonesia – Communication Social Science
Aku juga sama (seperti Nadiva).
Saddam
Mahasiswa ITB – Teknik Mesin
Mungkin spacingnya (ruangan) aja kali ya yang lebih diperluaskan, supaya ga cramped (penuh) aja di dalamnya.
Daniel
Karyawan Swasta – Operation di Fintech
Bisa lebih teratur, I guess? Soalnya seperti, misalnya tadi aku pas dateng untuk one-on-one, ternyata bukan one-on-one, malah seperti group discussion. So, I think wording important juga (pemberitahuan itu penting). terus juga tadi juga tidak ada guidenya, misalnya kan one-on-one jam 12, dateng jam setengah 12 tidak ada arahnya, one-on-one dimana di lantai berapa, (saya) tanya baru tau lantai 22. Jadi, I guess sepertinya bisa lebih tertatur aja sih menurutku.
Fatma Dewi Sinurat
Karyawan Swasta – Senior Business Development
Untuk QS Event, sebenarnya kalau untuk pandangan dulu ya, eventnya udah bagus, mungkin sarannya bisa mencakup lebih banyak lagi universitas-universitasnya. Dan mungkin, ini kan diadakan di Jakarta, mungkin bisa diadakan ke beberapa tempat lainnya di wilayah Indonesia. Jadi, supaya teman-teman yang di daerah bisa mengetahui event ini.
Aldi
Mahasiswa – Universitas Padjadjaran
Tidak sih, sepertinya udah bagus. Tadi saya pun datangnya agak telat ya, tapi itupun masih mendapatkan full experience-nya juga. Suasananya oke kok, nothing in particular.
Zahwawi Zein
Internship Instructional Design Changemaker – Biji-biji Initiative
Untuk sarannya mungkin, setiap stand nya dikasi tulisan yang gede ya. Karena tidak keliatan tadi, jadi harus ngeliat dari mejanya ini apa. Tapi untuk keseluruhannya, tempatnya enak, dingin, terus juga bagus, dan fasilitasnya juga bagus menurut saya.
Dengan mengakhiri rangkaian wawancara ini, semoga cerita dan pandangan dari pengunjung event QS Discover & Connect pada 11 November 2023 dapat memberikan inspirasi dan wawasan baru bagi pembaca dan mungkin untuk pengelola atau representatif universitas di event QS ini.
Butuh konsultasi perihal study abroad? klik tombol WhatsApp berikut ya untuk memulai konsultasi dengan representatif Kaplan EduXpert Indonesia.
Jangan lupa untuk follow media sosial kami, agar kamu tidak ketinggalan informasi beasiswa, promo, event, dan lain sebagainya. Klik link berikut untuk menuju media sosial kami:
- Instagram: @edupacindonesia
- Facebook: @EdupacIndonesiaHQ.
Ikuti terus artikel kami selanjutnya, Thank You!












