9108 Views 14 minutes August 3, 2022 April 16, 2025

Halo, Sobat Edupac! Di era digitalisasi dan kecerdasan buatan saat ini, persaingan di pasar tenaga kerja semakin ketat. Bahkan, gelar S1 saja sudah tidak lagi cukup untuk memenuhi ekspektasi industri karena masih kurangnya pengalaman dan keahlian dalam menyelesaikan permasalahan bisnis. Kondisi ini mendorong banyak orang mencari solusi, salah satunya dengan menempuh studi pascasarjana. Namun, pertanyaannya sekarang adalah: program pascasarjana apa yang harus dipilih? Yang pasti, kamu perlu memilih program dengan tingkat penerimaan kerja yang tinggi, yang mampu membentuk pola pikir kritis serta meningkatkan keahlian. Jika kamu masih mencari-cari, kami memiliki saran yang bagus: program Master of Business Administration (MBA). Dilansir dari US News and World Report (2024), rata-rata tingkat penyerapan kerja lulusan program ini (full-time) tiga bulan pasca kelulusan mencapai 86,8% untuk tahun 2023. Selain itu, studi ini juga membekali kamu dengan beraneka ragam keahlian yang dapat membuat kamu bisa mengelola bisnis secara sukses.

So, without further ado, yuk pelajari informasi selengkapnya tentang gelar ini di bawah ini:

Apa itu Gelar MBA?

gelar-mba-adalah
Sumber: freepik.com (2018), Credit: @jcomp

Dalam menjelaskan definisinya, kami menggunakan referensi buku “The Complete Idiot’s Guide to MBA Basics” (1998) oleh Tom Gorman.

Seluruh upaya dalam mengorganisir dan mengarahkan kerja orang lain dikenal sebagai administration atau bahasa Indonesianya administrasi. Dalam konteks rumah sakit, hal ini disebut “health care administration“; di agensi pemerintah, disebut “public administration“; sedangkan dalam bisnis, dikenal sebagai “business administration“.

Itu artinya, business administration adalah suatu upaya dalam mengelola atau mengorganisir suatu bisnis. Seperti yang telah kami tulis di artikel “Bagaimana Cara Penulisan Gelar yang Benar?“, bahwa bagi seseorang yang telah lulus dan mendapatkan gelar S2 di luar negeri dikenal sebagai sebutan “Master” bukan “Magister” yang biasa digunakan dalam sistem pendidikan tinggi Indonesia.

Darisana kita sudah bisa mengambil kesimpulan tentang definisi dari MBA itu sendiri. Jadi, apa itu MBA? MBA atau singkatan dari Master of Business Administration adalah gelar pascasarjana (S2) di bidang pengelolaan atau manajemen bisnis — dirancang untuk mempersiapkan individu menjadi manajer yang baik dan profesional. Gelar ini tidak hanya memberikan pengetahuan teoritis, tetapi juga melatih keterampilan manajerial praktis melalui penerapan prinsip-prinsip manajemen, seperti perencanaan, pengorganisasian, pengawasan, dan pengendalian sumber daya guna mencapai tujuan bisnis secara efektif.

Pada dasarnya, bisnis itu membuat, menjual, dan meraih keuntungan dari produk atau jasa yang ditawarkan suatu perusahaan. Setiap aktivitas tersebut dikelola oleh departemen yang spesifik, seperti finance, accounting, operations, marketing, sales, information system management, serta fungsi pendukung lainnya seperti human resouces, legal, investor relations, dan lain sebagainya. Itu artinya, jika kamu ingin memiliki MBA di belakang namamu, kamu harus dapat menguasai seluruh aspek yang telah kami sebutkan sebelumnya.

Karena pada abad ke-18, pesatnya pertumbuhan perusahaan menuntut adanya profesional yang mampu mengelola bisnis secara komprehensif. Kebutuhan inilah yang mendasari terciptanya program MBA, yang akan kami bahas lebih lanjut pada bagian sejarah MBA berikut ini:

Sejarah atau Asal Usul Program MBA

Are you ready to grow your career and gain a lifelong global network at a top business school? We can show you the way to your best MBA at the Access MBA One-to-One event in Jakarta. Click image for further information and register!

Once upon a time, pada abad ke-18 di Inggris, terjadi perkembangan ekonomi yang pesat akibat pemanfaatan mesin-mesin pabrik dalam proses produksi. Peristiwa tersebut dikenal sebagai Revolusi Industri. Di era ini, terjadi transformasi dari ekonomi agraris dan kerajinan menuju sistem industri dan urbanisasi, sehingga banyak peluang kerja baru muncul dan mendorong perpindahan penduduk dari desa ke kota (www.britannica.com, 2025).

Tak lama kemudian, negara-negara seperti Jerman, Prancis, Swiss, Belgia, dan Amerika Serikat mengikuti jejak Inggris dalam melakukan perubahan industri. Seiring dengan meningkatnya permintaan terhadap produk dan semakin kompleksnya proses bisnis, banyak perusahaan mulai membutuhkan profesional yang mampu mengelola seluruh siklus bisnis, dari tahap awal hingga akhir.

Menanggapi kebutuhan tersebut, Harvard University Graduate School of Administration (yang kini dikenal sebagai Harvard Business School) meluncurkan program MBA pertamanya pada tahun 1908. Seiring berjalannya waktu, jumlah lulusan MBA di Amerika Serikat terus meningkat, sehingga ada banyak profesional yang mampu mengelola proses bisnis secara menyeluruh. Hal ini turut mendorong pergeseran kekuatan industri global; pada awal abad ke-20, posisi Inggris sebagai negara industri terkemuka mulai bergeser, dan Amerika Serikat pun muncul sebagai kekuatan industri utama. Kini, MBA telah menjadi gelar pascasarjana yang ditawarkan oleh sekolah bisnis di seluruh dunia.

Kurikulum

Setiap universitas mempunyai kurikulumnya masing-masing. Walaupun ada beberapa perbedaan di masing-masing universitas, kamu tetap akan mempelajari semua materi tentang bisnis dan administrasi. Seperti belajar strategi pemasaran produk atau jasa perusahaan, mengurus finansial, cara berorganisasi, manajemen bisnis, dan masih banyak lagi. Yang pasti ilmunya akan sangat bermanfaat untuk perkembangan karir atau usaha kamu.

Prospek Karir

Terus kalau sudah menyelesaikan studi, dari gelar MBA kita bisa jadi apa? Prospek karir MBA terbuka sangat luas, diantaranya kamu bisa menjadi: CEO, Manager HRD, Manager Bisnis, Manager Operasional, Analis Bisnis, Data Science, dan masih banyak lagi.

Jenis-Jenis Program MBA

Berikut adalah jenis-jenis program MBA yang umum ditawarkan oleh business school atau universitas dalam negeri maupun luar negeri (GMAC , 2022):

MBA Penuh Waktu

Program ini dirancang untuk mereka yang ingin sepenuhnya mengalokasikan waktunya untuk belajar. Dalam kurun waktu 1-2 tahun, mahasiswa akan terlibat secara intensif dalam kegiatan perkuliahan. Program ini ideal bagi yang bersedia mengambil jeda dari dunia kerja untuk fokus pada pendalaman materi.

MBA Paruh Waktu

Bagi yang ingin melanjutkan pekerjaan sekaligus menimba ilmu bisnis, MBA paruh waktu merupakan opsi ideal. Dengan kelas yang sering diadakan di malam hari, akhir pekan, atau melalui sistem modular yang menggabungkan sesi tatap muka dengan pembelajaran daring, program ini menawarkan keseimbangan antara pekerjaan dan studi.

MBA Eksekutif

Executive MBA (EMBA) adalah program MBA paruh waktu yang ditujukan untuk para profesional berpengalaman dan berlevel eksekutif dengan pengalaman kerja minimum 5 tahun. Program ini sering diadakan pada akhir pekan atau malam hari, memungkinkan peserta untuk terus bekerja sambil mendapatkan gelar MBA.

MBA Online

Online MBA adalah program MBA yang dapat diakses dan diselesaikan secara online melalui internet. Program ini memberikan fleksibilitas kepada mahasiswa untuk belajar dari mana saja dan kapan saja sesuai dengan jadwal yang mereka tentukan sendiri.

Global / International MBA

Global / International MBA menawarkan kurikulum yang mirip dengan program penuh waktu atau paruh waktu, tetapi dengan penekanan lebih luas pada bisnis internasional dan tren manajemen global. Salah satu ciri khas dari Global MBA adalah keberagaman mahasiswanya. Program ini populer di kalangan mahasiswa dari seluruh dunia, karena sebagian besar mahasiswa dalam program ini adalah internasional. Ini menciptakan lingkungan belajar yang multikultural di mana kamu dapat membangun jaringan internasional yang kuat dan memahami perspektif bisnis global yang beragam.

MBA Khusus (Specialized)

Bagi kamu yang ingin mendalami bidang tertentu, biasanya ada universitas atau business school yang menawarkan specialized MBA. Entah itu manajemen kesehatan, analisis bisnis, kewirausahaan, keuangan, pemasaran, atau sumber daya manusia, program ini memberikan kesempatan untuk fokus pada industri atau fungsi yang spesifik sesuai minat dan kebutuhan karier.

qs-master-and-mba-fair-april-2025
QS Master & MBA Fair kembali hadir! Jangan lewatkan kesempatan untuk menghadiri event istimewa ini pada tanggal 12 April 2025 di Hotel Indonesia Kempinski Jakarta. Info lebih lanjut klik gambar!

Perbedaan Gelar BA, MA, dan MBA

apa-itu-gelar-ba-ma-mba
Sumber: unsplash.com (2018), Credit: Pang Yuhao

Jadi dari pembahasan diatas, kita sudah mulai paham ya apa itu MBA. Namun, entah kenapa masih banyak orang yang masih binggung tentang, “Bedanya BA, MA, dan MBA apa sih?”. Ya, memang membinggungkan karena nama gelar tersebut digunakan di kampus luar negeri. Intinya adalah, ketiga gelar ini berbeda loh, berikut penjelasannya:

BA (Bachelor of Arts)

Bachelor of Arts (BA) adalah gelar sarjana (S1) yang umumnya diberikan kepada mereka yang mendalami bidang-bidang non-ilmiah seperti sejarah, komunikasi, psikologi, bahasa, dan lain sebagainya. Kebalikan dengan BA, ada BS atau B.Sc (Bachelor of Science) yang merupakan gelar sarjana (S1) untuk orang yang belajar ilmu ilmiah, seperti ilmu komputer, teknik, matematika, biologi, kimia, dan lain sebagainya.

MA (Master of Arts)

MA (Master of Arts) adalah gelar pascasarjana setara S2 yang merupakan kelanjutan dari program BA. Program MA dirancang untuk memberikan pendalaman dan spesialisasi di bidang studi yang telah kamu pelajari selama jenjang sarjana. Misalnya, jika kamu mengambil BA di bidang psikologi, komunikasi, atau sejarah, program MA memungkinkan kamu untuk mengkhususkan dan mendalami bidang tersebut.

Baca artikel berikut untuk informasi lebih lanjut:

MBA (Master in Business Administration)

Secara teknis, MA dan MBA sama-sama tingkatan S2. Tetapi perbedaannya, gelar ini kamu diwajibkan untuk memiliki pengalaman bekerja untuk mengikuti program studi ini, sedangkan kalau MA tidak terlalu dibutuhkan. Pengalaman kerjanya sekitar 2 atau 4 tahun, tergantung dari kebijakan setiap universitasnya.

Kesimpulannya, kalau kamu sudah lulus dari BA kamu bisa langsung ambil MA, tetapi untuk MBA tidak semudah itu (harus ada pengalaman kerjanya). Dari segi biaya kuliahnya juga berbeda, MBA cenderung lebih mahal daripada MA tetapi dari prospek karirnya terbilang lebih bagus.

Alasan Kenapa Harus Ambil MBA

kenapa-perlu-ambil-master-business-administration
Sumber: freepik.com (2017), Credit: @lookstudio

Beberapa orang bertanya-tanya, kenapa kita harus ambil MBA? Nah, berikut adalah beberapa alasannya:

Meningkatkan Karir

Taukah kamu? Dengan mendapatkan gelar MBA, dapat meningkatkan peluang kamu untuk menjadi CEO. Menurut jurnal ilmiah dengan judul “Is a MBA Degree Necessary to Be a CEO of Large Corporation“, terdapat data bahwa dari 100 CEO di Global Fortune, 32% diantaranya mempunyai gelar MBA. Walau memang tidak sepenuhnya lulusan MBA, tetapi tidak bisa dipungkiri kalau gelar ini dapat meningkatkan peluang kamu menjadi CEO (Chief Executive Officer).

Kenaikan Gaji

Kalau sudah memungkinkan untuk mendapat jabatan CEO, pastinya gaji bakal naik dong. Apalagi MBA ini merupakan gelar dari kampus luar negeri, jadi pastinya dapat meningkatkan kesempatan untuk mendapatkan pekerjaan di luar negeri.

Berdasarkan data GMAC Corporate Recruiters Survey (2022), berikut adalah gaji awal median lulusan MBA di berbagai perusahaan berdasarkan wilayah:

  • Perusahaan di Amerika Serikat (US Companies): US$115,000
  • Perusahaan di East and Southeast Asia: US$65,000
  • Perusahaan di Afrika: US$35,000
  • Perusahaan di Timur Tengah: US$30,000
  • Perusahaan di Amerika Latin: US$25,000

Memperluas Networking

Seperti yang pernah kami singgung sebelumnya, biaya kuliah untuk program MBA bisa terbilang cukup tinggi. Oleh karena itu, pastinya yang mengikuti program tersebut bukanlah orang biasa. Antara pesertanya berasal dari keluarga yang berada, atau mungkin orang yang pintar sekali karena mendapatkan beasiswa dari universitas. Pastinya lingkungan sosial tersebut dapat menunjang masa depan menjadi lebih baik, entah mendapatkan peluang atau pengalaman baru.

Meningkatkan Kepercayaan Diri

Taukah kamu? Tidak semua orang bisa mendapat kesempatan dalam mengikuti program MBA. Dan kalau kamu mendapat kesempatan tersebut, pastinya orang-orang akan lebih menghargai atau respect sama kamu. Alhasil, kamu akan menjadi lebih percaya diri dan ada rasa bangga karena telah mencapainya.

Tips Memperoleh Gelar MBA

Apakah kamu sudah mulai tertarik untuk mengambil MBA? Karena tidak semua orang bisa mengambil gelar ini, maka kamu harus mempersiapkan dengan baik. Pada kesempatan ini kami ingin memberikan kamu beberapa tips agar tujuan memperoleh gelar dapat tercapai. Berikut beberapa tips dari kami:

Setelah Lulus Sarjana, Harus Langsung Dapat Kerja

Seperti yang pernah kami bahas sebelumnya, MBA itu wajib ada pengalaman kerja. Selain itu, beberapa universitas juga ada batasan usia untuk kamu dalam mengambil gelar pascasarjana ini. Kamu tidak boleh buang waktu, begitu sudah lulus kuliah langsung cari pengalaman kerja.

Harus Dapat Nilai TOEFL / IELTS yang Tinggi

Toefl / IELTS sudah sangat umum ya, apalagi untuk pendidikan ke luar negeri. Jangankan dunia kuliah, saat kerja juga dengan mendapatkan score TOEFL / IELTS tinggi dapat menjadi nilai tambah. Kami menyarankan kamu untuk mengambil TOEFL IBT saja, karena lebih diakui oleh dunia kerja dan universitas. Carilah guru / mentor bahasa Inggris yang bagus agar proses belajar bahasa Inggris kamu menjadi lebih terstruktur.

Baca Juga: Score TOEFL – Table TOEFL® iBT, PBT, & CBT.

Harus Dapat Nilai Tinggi di GRE / GMAT

Buat kamu yang masih belum paham, GRE dan GMAT adalah tes standar yang menjadi persyaratan dalam penerimaan seseorang di universitas. Perbedaannya, tes GRE mencakup banyak program studi, sedangkan GMAT itu khusus program studi bisnis. Jadi, untuk program MBA kami menyarankan kamu untuk mengambil GMAT. Penting untuk dipahami, bukan berarti MBA tidak menerima GRE loh, hanya saja GMAT lebih sering diminta oleh universitas atau business school untuk mengambil program ini.

Baca Juga: Test GMAT: Definisi, Scoring, Biaya, Durasi & Contoh Soal

Belajar Bikin Essay & Personal Statement yang Bagus

Selain itu, kamu akan diminta untuk buat essay dan personal statement. Kalau Essay itu kamu menulis jawaban deskriptif dari apa yang ditanyakan oleh universitas. Walaupun setiap universitas pertanyaan essaynya beda-beda, tapi mari kita ambil contoh MISALNYA pertanyaan seperti berikut: “Kenapa kamu mau ambil MBA di universitas kami? Dan apa rencana kamu kedepannya?”. Nah, darisana kamu harus menulis jawaban yang bagus! Kamu bisa coba research di Google, kira-kira essay di universitas ini seperti apa. Kalau personal statement, ya ceritakan tentang diri kamu. Coba deh latihan dirumah, karena sesuai pepatah “Pratice makes perfect!”.

Tips Memilih Universitas untuk Kuliah MBA

Kami selalu menghadiri event tentang MBA, baik itu QS Discover, Access MBA, Unimy Grad Fair dan lainnya. Lalu, kami membuat konten wawancara dengan penunjung event dan tidak sedikit pengunjung yang tidak paham cara memilih universitas yang bagus untuk kuliah MBA. Hal ini penting untuk di ketahui karena pastinya kita ingin uang yang kita investasikan untuk kuliah MBA, setelah lulus akan memberikan uang yang lebih banyak lagi untuk kamu.

Pada kesempatan ini, kami akan memberikan kamu beberapa tips dalam memilih universitas untuk kuliah MBA, simak infonya dibawah ini:

Pastikan Akreditasi Business School

Umumnya, perguruan tinggi yang menawarkan program studi bisnis menyediakan business school sebagai fakultas khusus, terutama di universitas dengan program studi beragam. Business school tempat program MBA diselenggarakan biasanya memiliki salah satu akreditasi internasional seperti AACSB, AMBA, atau EQUIS. Untuk menilai kualitas program MBA, pastikan institusi tersebut memiliki ketiga akreditasi sekaligus.

Jika sebuah business school memiliki tiga akreditasi ini (AACSB, AMBA, dan EQUIS), dia tergolong dalam Triple Crown Business Schools — status prestisius yang hanya dimiliki 1% business school di dunia. Status ini menjamin bahwa kurikulum, tenaga pengajar, dan sistem pembelajarannya telah memenuhi standar global. Selain itu, akreditasi ini juga dapat meningkatkan daya saing lulusan di pasar kerja internasional.

Evaluasi Peringkat dan Reputasi

Untuk mengevaluasi kualitas universitas atau business schools, pastikan kamu merujuk pada situs-situs terpercaya seperti: QS World University Rankings, Times Higher Education (THE), US News & World Report, atau kalau untuk MBA bisa cek di Financial Times dan Bloomberg. Setiap situs tersebut memiliki metode evaluasi mereka masing-masing. Namun, universitas yang benar-benar unggul pada umumnya konsisten masuk peringkat 100 besar di berbagai situs ranking.

Perhatikan Kurikulum MBA yang Ditawarkan

Memilih program MBA harus diawali dengan menyesuaikan kurikulum dan fokus studi dengan tujuan karir. Jika kamu menginginkan karir di bidang eksekutif (CEO, Direktur, General Manager), maka kami menyarankan untuk mengambil General MBA yang cocok untuk membangun keterampilan kepemimpinan holistik. Tetapi, jika kamu ingin menjadi pemimpin yang ahli di bidang spesifik (CFO, CTO, CMO dan sejenisnya), maka kami menyarankan kamu untuk ambil Specialized MBA yang bisa disesuaikan dengan aspirasi karir kamu. Selain itu, pastikan juga kurikulumnya menggabungkan teori dan praktik, seperti studi kasus nyata atau proyek kolaborasi dengan perusahaan.

Kelayakan Kerja Lulusan

Berdasarkan survei GMAC tahun 2021, 40% responden mengungkapkan bahwa tujuan utama mereka mengejar gelar MBA adalah untuk mendapatkan kenaikan gaji. Hal ini menunjukkan bahwa return on investment (ROI) menjadi pertimbangan krusial bagi calon mahasiswa. Lalu pertanyaannya, bagaimana memastikan universitas pilihanmu bisa membawamu ke jalur karir yang lebih menjanjikan? kamu bisa:

  1. Cek Laporan Karir Kampus
    Setiap business school terkemuka biasanya mempublikasikan employment report tahunan. Kamu bisa perhatikan data seperti: persentase lulusan yang bekerja dalam 3 bulan pasca-wisuda, rata-rata gaji lulusan, dan perusahaan-perusahaan yang aktif merekrut lulusan.
  2. Evaluasi Jaringan Alumni-nya
    Kampus dengan alumni yang tersebar di posisi strategis (CEO, direktur, atau founder startup) akan membuka pintu untuk referensi kerja, mentorship, atau peluang promosi.
  3. Kemitraan dengan Industri
    Pilih universitas yang memiliki program magang wajib, proyek konsultasi dengan perusahaan, atau kunjungan ke kantor-kantor korporasi. Ini tidak hanya menambah CV-mu, tapi juga memberi kesempatan untuk direkrut langsung oleh perusahaan mitra.

Rekomendasi Universitas MBA Terbaik

Berikut rekomendasi universitas dengan program MBA terbaik di dunia yang telah memenuhi kriteria akreditasi internasional, reputasi akademik, kurikulum berkualitas, dan daya saing lulusan:

Ingin kuliah MBA di Luar Negeri? biarkan EduXpert membantumu mewujudkan impian tersebut! Kamu bisa mengisi formulir konsultasi disini, atau terhubung dengan customer service dengan klik tombol Whatsapp dibawah ini:

whatsapp-kaplan-edupac-jakartawhatsapp-kaplan-edupac-surabaya

Semoga artikel ini bermanfaat ya. Ikuti terus ya artikel kami selanjutnya, Thank You!