Saat ingin masuk dunia kuliah, kesulitan yang umum dialami oleh calon mahasiswa pastinya memilih jurusan kuliah. Yap, memilih jurusan kuliah itu tidak boleh asal, karena akan mempengaruhi bagaimana masa depan kamu nantinya. Jika kami boleh menyarankan, bagaimana kalau kamu ambil jurusan business analyst? Karena skill business analyst lagi booming belakangan ini. Selain memberikan gaji yang cukup tinggi, skill business analyst lagi banyak dicari di perusahaan di Indonesia maupun luar negeri. Kalau kamu tidak percaya, menurut analisa dari Linkedin (2020), Business Operations Specialist masuk ke peringkat #7 paling populer dicari perusahaan Indonesia dimana skill business analyst merupakan skill wajib.
Saran yang bagus, bukan? Nah kalau kamu sudah mulai yakin, kita mulai bahas lebih lengkap soal business analyst itu sendiri. Mulai dari definisi, skill yang harus dimiliki, tugas dan tanggung jawab, berserta kisaran gaji seorang business analyst. Yuk, tanpa perlu berlama-lama lagi, kita mulai ulas saja artikelnya!
Apa itu Business Analyst?
Business Analyst adalah suatu profesi yang membantu perusahaan dalam menganalisa proses bisnis, produk dan/atau jasa, serta perangkat lunak melalui analisa suatu data. Setelah hasil analisa sudah selesai, business analyst akan mempresentasikan lalu membuat solusi agar bisnis bisa lebih kuat, efisien, dan sesuai harapan market. Tujuan utamanya, sudah pasti agar bisnis bisa mendapatkan profit / keuntungan yang maksimal. Oleh karena itu, business analyst akan selalu bekerjasama dengan high level management, seperti pimpinan perusahaan, manager IT, produksi, HRD, keuangan, bahkan investor sekalipun.
Tugas dan Tanggung Jawab Business Analyst

Dari pembahasan sebelumnya, kita bisa mengambil kesimpulan kalau business analyst tugasnya mengidentifikasi area bisnis yang dapat ditingkatkan agar terciptanya efisiensi dan memperkuat proses bisnis. Tetapi untuk melakukan tugas dan tanggung jawab tersebut, mereka harus melakukan berbagai hal yaitu:
Mengolah Data
Perlu kamu ketahui, data itu bisa kamu dapatkan dimana saja. Bisa secara manual yaitu dengan menyebarkan kuesioner, wawancara, jurnal, dan lain sebagainya. Selain itu, data juga bisa didapatkan secara online menggunakan alat analisis (contoh: Google Analytics dan Search Console) atau bisa juga didapat dari program yang tim IT buat. Lalu setelah itu, data dikumpulkan dan diolah menggunakan software menjadi data visual yang mudah untuk dipahami semua orang.
Membuat Strategi Bisnis
Setelah analisanya sudah menjadi data visual, pastinya dari data tersebut harus dibuat menjadi solusi yang bisa meningkatkan performa perusahaan, baik dari segi keuangan, operasional, maupun organisasi. Biasanya, seorang business analyst akan menyusun project timeline agar strategi yang dibuat dapat berjalan teratur.
Menyusun Anggaran
Setiap strategi bisnis pada umumnya akan membutuhkan biaya untuk menggapainya. Sebagai seorang business analyst professional harus bisa membuat anggaran yang masuk akal dan tidak memberatkan dari sisi keuangan perusahaan. Jika anggaran yang diminta cukup besar, maka pastikan perusahaan juga mendapatkan hal yang setimpal dengan biaya yang dikeluarkan.

Mempresentasikan Hasil
Itulah kenapa seorang business analyst harus mempunyai kemampuan berkomunikasi dan public speaking yang baik. Karena hasil analisa yang dibuat harus dipresentasikan kepada pimpinan, rekan, maupun semua stakeholder yang terkait didalamnya. Jadi buat kamu yang tidak percaya diri saat berbicara di depan banyak orang, maka pekerjaan business analyst tidak cocok untukmu.
Mengevaluasi Perkembangan
Setelah strategi bisnis yang dibuat telah berjalan, seorang business analyst professional harus terus mengevaluasi perkembangannya. Jika terjadi kendala dalam berjalannya strategi, business analyst harus bisa tetap fleksibel agar dampak yang dirasakan perusahaan tidak terlalu besar.
Skill yang Harus Dimiliki

Berikut adalah soft skill maupun hard skill yang harus dimiliki oleh business analyst:
Communication & Public Speaking Skill
Pasti kamu pernah menemui orang yang berbicaranya kaku dan pesan yang disampaikannya sulit untuk dipahami. Apalagi jika orang tersebut berbicara didepan banyak orang, nada bicaranya akan terbata-bata karena rasa gugup. Hal itu menandakan, orang tersebut tidak mempunyai kemampuan berkomunikasi dan public speaking yang baik. Soft skill ini merupakan hal wajib untuk dimiliki business analyst, karena pekerjaan ini akan dituntut untuk bertemu banyak orang dan melakukan presentasi.
Strong Analytical Skill
Seorang business analyst wajib untuk mempunyai kemampuan analisa yang baik. Karena profesi ini akan berhadapan dengan banyak data, entah itu data kuantitatif (numerik) maupun data kualitatif (non-numerik). Dan yang pasti, seorang business analyst professional harus mengerti ilmu statistik.
Baca Juga: Apa itu MBA? Kenali Definisi, Tips & Alasan Memperoleh Gelar MBA.
Computer Skill
Yang kami maksud bukanlah kemampuan programming, melainkan kemampuan menggunakan software spreadsheet, presentasi, dan sejenisnya. Seorang business analyst nantinya akan mendapatkan banyak data dari berbagai divisi. Bisa berupa hasil kuesioner yang didapat dari tim marketing, data SQL dari tim IT, dan sejenisnya. Tugas seorang business analyst adalah mengolah data tersebut sampai bisa dipresentasikan.
Planning & Organizing Skills
Seorang business analyst harus bisa mengatur rencana keuangan dan penjadwalan secara teliti. Selain itu juga harus mampu bekerja bersama tim dan tekanan jadwal yang padat.
Kisaran Gaji Business Analyst

Menurut informasi dari id.indeed.com (2022), gaji business analyst sekitar 4,820,723 – 6,868,121 per-bulannya. Tetapi kalau misalnya kamu sudah berpengalaman lama dan telah menjadi senior business analyst, gajinya bisa mencapai 20,606,597 per-bulannya (indeed, 2022). Soal gaji, bahkan di profesi manapun, besar kecilnya tergantung pengalaman dan keterampilan yang kamu miliki.
