836 Views 5 minutes November 24, 2025

Halo, Sobat Edupac! Turki adalah salah satu negara dengan posisi geografis paling unik di dunia. Letaknya yang berada di antara Asia dan Eropa kerap menimbulkan pertanyaan: sebenarnya Turki termasuk benua yang mana, Asia atau Eropa? Untuk memahami hal ini, kita harus melihat bukan hanya batas fisik wilayahnya saja, tetapi juga bagaimana sejarah, politik, dan budayanya membentuk identitas negara dua benua ini.

97% Berada di Asia, 3% di Eropa

Secara fisik, Turki berada di posisi unik yang menjadikannya negara transkontinental. Hampir seluruh wilayahnya, sekitar 97 persen, terletak di kawasan Anatolia yang merupakan bagian dari benua Asia. Namun, batas geografis antara Asia dan Eropa ditentukan oleh sistem Selat Turki—Bosphorus, Laut Marmara, dan Dardanelles—yang sejak lama menjadi garis pemisah kedua benua. Selain penting secara geografis, selat-selat ini juga punya nilai sejarah karena sejak zaman kuno menjadi jalur penghubung berbagai peradaban dan perdagangan dunia. Adanya batas alam ini membuat pembagian wilayah Asia dan Eropa di Turki terlihat jelas di peta. (tudav.org, 2018)

Walaupun hanya sekitar 3 persen wilayah Turki berada di benua Eropa—disebut Thrace Timur—bagian kecil ini memiliki peran yang jauh lebih besar daripada luasnya. Di wilayah inilah sebagian penduduk tinggal dan sejumlah fasilitas penting negara berada. Sementara itu, Anatolia tetap menjadi pusat utama karena di sanalah ibu kota Ankara dan mayoritas warga Turki tinggal. Kombinasi ini menciptakan paradoks geografis, secara wilayah Turki lebih banyak berada di Asia, tetapi bagian Eropanya memberi pengaruh penting dalam membentuk identitasnya sebagai negara dua benua. (ecoi.net, 2021)

Politik dan Kelembagaan Lebih Dekat ke Eropa

Dari sisi politik, Turki sebenarnya cukup dekat dengan negara-negara Barat. Sejak pertengahan abad ke-20, Turki sudah bergabung dengan Dewan Eropa dan NATO, dua lembaga penting yang menjadi fondasi kerja sama keamanan dan hukum di Eropa. Keikutsertaan ini menunjukkan bahwa setelah era Ottoman berakhir, Turki memilih banyak bekerja sama dengan dunia Barat. Selama Perang Dingin, posisi Turki yang strategis juga membuatnya menjadi mitra penting bagi negara-negara Eropa dan Amerika Utara. (lse.ac.uk, 2011)

Meski Turki tetap terhubung dengan struktur keamanan Barat, hubungan dengan Uni Eropa sudah lama terhambat. Negosiasi keanggotaan yang dimulai pada 2005 hampir tidak bergerak karena masalah seperti sengketa dengan Siprus dan turunnya komitmen reformasi di dalam negeri. Uni Eropa juga menyoroti kemunduran demokrasi, sehingga minat kedua pihak makin melemah. Di sisi lain, Turki kini lebih sering mengambil posisi politik yang berbeda dari Eropa dan semakin aktif menjalin hubungan dengan Timur Tengah, Rusia, dan kawasan Eurasia. Akibatnya, walau secara kelembagaan Turki masih dekat dengan Eropa, hubungan politiknya semakin renggang. (lse.ac.uk, 2011)

Secara Geopolitik Mengarah ke Eurasia

Melambatnya hubungan Turki dengan Uni Eropa mendorong negara ini mencari arah baru dalam kebijakan luar negerinya. Menurut laporan Carnegie (2024), Turki kini semakin menonjolkan konsep “kemandirian strategis”, yaitu upaya untuk bergerak lebih bebas dari pengaruh Barat dan membangun hubungan yang fleksibel dengan berbagai kekuatan global. Perubahan ini dipicu oleh dunia yang semakin multipolar, berkurangnya pengaruh AS dan UE di beberapa kawasan, serta kekecewaan Turki terhadap terhambatnya proses aksesi dan sejumlah kebijakan Barat. Karena itu, Turki memperluas kerja sama dengan negara-negara non-Barat seperti Rusia, Tiongkok, dan berbagai negara Timur Tengah, bahkan menunjukkan minat untuk mendekat ke format BRICS+ dan SCO. Meski demikian, Carnegie menekankan bahwa orientasi baru ini tidak serta-merta memutuskan hubungan Turki dengan Barat, karena secara ekonomi Turki masih sangat bergantung pada Uni Eropa, sehingga strategi yang disebut “kemandirian strategis” ini lebih bersifat penyeimbangan daripada pergeseran total.

Budaya dan Sejarah Campuran Timur dan Barat

Identitas budaya Turki terbentuk dari sejarah panjang hubungan dan perjumpaannya dengan Eropa. Selama masa akhir Ottoman hingga berdirinya Republik, Turki terus berada di tengah tarik-menarik antara keinginan untuk mengadopsi cara hidup dan nilai Barat, serta dorongan untuk mempertahankan tradisi dan karakter lokalnya sendiri. Perpaduan inilah yang membuat identitas Turki terasa unik dan kadang membingungkan—di satu sisi ingin modern dan “Eropa”, tetapi di sisi lain tetap menjaga budaya Timur. Dari perspektif Eropa, Turki juga sering digambarkan sebagai pihak yang berbeda, terutama ketika Eropa menggunakan konsep “peradaban” untuk menegaskan batas antara dirinya dan negara lain. Pandangan-pandangan yang saling bertemu dan berbenturan ini menunjukkan bahwa identitas Turki tidak dapat ditempatkan pada satu kategori saja, karena negara ini berkembang di titik persilangan dua dunia yang terus berubah. (pmc.ncbi.nlm.nih.gov, 2023)

Kesimpulan

Turki memang secara wilayah didominasi oleh benua Asia, tetapi kedekatannya dengan negara-negara Barat dan perpaduan budaya Timur serta Barat membuatnya sulit dikategorikan ke satu benua saja. Karena itulah, Turki dikenal sebagai negara transkontinental dan contohnya bisa terlihat jelas di Istanbul, kota yang secara geografis terbagi antara Asia dan Eropa. Posisi geografis Istanbul ini melahirkan budaya East-meets-West yang begitu unik, di mana pengaruh Timur dan Barat berpadu hidup dalam arsitektur, kuliner, hingga kehidupan sehari-hari.

program-study-tour-ke-luar-negeri-eduxpert-turki
Klik gambar untuk informasi lebih lanjut dan pendaftaran!

Ingin merasakan langsung bagaimana rasanya hidup di antara dua dunia—melangkah dari Asia ke Eropa hanya dengan menyebrangi sebuah jembatan? Kini kamu bisa merasakannya melalui EduXplore: Educational Exploration Tour dari EduXpert! Lewat program study tour ke Turki pada 14–19 Desember 2025 ini, kamu tidak hanya berwisata, tetapi juga masuk langsung ke dunia pendidikan Turki, berkunjung ke kampus-kampus terbaik, mengikuti workshop budaya, hingga menikmati keindahan Bosphorus yang memisahkan dua benua. Dengan fasilitas lengkap seperti konsultasi kampus, pendaftaran kuliah, kursus bahasa Turki gratis, hingga sertifikat internasional, perjalanan ini menjadi langkah awal mewujudkan mimpimu kuliah di Turki.

Butuh konsultasi? Klik tombol WhatsApp berikut untuk terhubung dengan Customer Service kami:

whatsapp-kaplan-edupac-jakarta

Jangan lupa untuk follow media sosial kami, agar kamu tidak ketinggalan informasi beasiswa, promo, event, dan lain sebagainya. Klik link berikut untuk menuju media sosial kami:

Instagram: @edupacindonesia

Ikuti terus artikel kami selanjutnya, Thank You!