Dalam dunia pendidikan tinggi dan pengembangan karier, tes standar seperti GMAT (Graduate Management Admission Test) dan GRE (Graduate Record Examinations) menjadi pilihan populer bagi calon mahasiswa yang ingin melanjutkan studi pasca sarjana atau mendaftar program MBA. GMAT dan GRE adalah tes standar yang biasanya diakui oleh banyak perguruan tinggi dan universitas di seluruh dunia. Namun, sebelum kamu memutuskan ujian mana yang akan diambil, penting untuk memahami perbedaan antara GMAT dan GRE serta bagaimana pilihan ujian ini dapat mempengaruhi rencana karier dan pendidikan kamu.
Apa itu GMAT?
GMAT adalah ujian standar yang dirancang khusus untuk calon mahasiswa yang bermaksud melanjutkan studi bisnis, khususnya program Master of Business Administration (MBA) atau gelar bisnis lainnya. Tes ini menilai keterampilan verbal, analitis, dan kuantitatif, serta kemampuan menulis analisis esai. Sebagian besar perguruan tinggi dan universitas bisnis terkemuka mengharuskan calon mahasiswa mengambil GMAT sebagai syarat masuk ke program MBA mereka.
Daftar Sekarang: Kursus GMAT Preparation Kaplan Edupac Indonesia.
Apa itu GRE?
GRE, di sisi lain, adalah tes standar yang lebih umum digunakan untuk masuk ke berbagai program pascasarjana, termasuk ilmu sosial, sains, teknik, seni liberal, dan bisnis. GRE mengukur kemampuan verbal dan kuantitatif, serta kemampuan menulis esai analitis. Banyak universitas dan perguruan tinggi di seluruh dunia menerima nilai GRE sebagai salah satu persyaratan masuk untuk berbagai program studi pascasarjana mereka.
Daftar Sekarang: Kursus GRE Preparation Kaplan Edupac Indonesia.
Perbedaan Antara GMAT dan GRE
Mengenal perbedaan antara kedua tes ini bisa menjadi langkah awal yang bijaksana dalam menentukan pilihan ujian mana yang tepat dan cocok untuk mewujudkan aspirasi pendidikan maupun karir kamu. Nah, apa sih bedanya GMAT dan GRE? Simak informasinya berikut ini:
Struktur Tes
GMAT dan GRE memiliki perbedaan struktur tes, mencakup bagian-bagian yang diuji, jumlah pertanyaan, waktu yang diberikan, serta beberapa perbedaan lainnya. GMAT memberikan dua kali istirahat dengan durasi 8 menit, sedangkan GRE hanya memberikan satu kali istirahat dengan durasi 10 menit.
| Bagian | GMAT | GRE |
| Quantitative Reasoning | 31 pertanyaan (62 menit) | 20 pertanyaan, 2 sesi (35 menit per sesi) |
| Verbal Reasoning | 36 pertanyaan (65 menit) | 20 pertanyaan, 2 sesi (30 menit per sesi) |
| Integrated Reasoning | 12 pertanyaan (30 menit) | Tidak tersedia |
| Analytical Writing Assessment | 1 esai (30 menit) | 2 esai (30 menit per esai) |
| Unscored or Research Section | Tidak tersedia | Bervariasi |
| Total | 79 pertanyaan + 1 esai dengan durasi 3 jam 7 menit. | 80 pertanyaan + 2 esai dengan durasi 3 jam 45 menit. |
Penilaian Tes
Kedua tes ini memiliki sistem penilaian yang berbeda. Skor keseluruhan pada kedua tes tidak termasuk bagian Analytical Writing dalam perhitungannya. Bagian Analytical Writing pada kedua tes tersebut akan dinilai secara terpisah dan tidak diikutsertakan dalam penentuan skor keseluruhan.
Lalu, untuk GMAT, skor Integrated Reasoning juga tidak termasuk dalam skor keseluruhan. Artinya, skor GMAT akan didasarkan pada bagian-bagian ujian lainnya, tetapi skor Integrated Reasoning akan dicantumkan secara terpisah.
| Bagian | GMAT | GRE |
| Analytical Writing | 0-6 dalam peningkatan setengah poin | 0-6 dalam peningkatan setengah poin |
| Quantitative Reasoning | 6-51 dalam peningkatan 1 poin | 130-170 dalam peningkatan 1 poin |
| Verbal Reasoning | 6-51 dalam peningkatan 1 poin | 130-170 dalam peningkatan 1 poin |
| Integrated Reasoning | 1-8 dalam peningkatan 1 poin | Tidak tersedia |
| Total | Skor berkisar antara 200-800 | Skor berkisar antara 260-340 |
Aplikasi Program Studi
GMAT pada umumnya diterima untuk aplikasi program bisnis dan MBA, tetapi beberapa program pascasarjana non-bisnis juga dapat menerima hasil GMAT. Sedangkan GRE diterima secara luas untuk aplikasi program pascasarjana di berbagai bidang, termasuk bisnis. GRE memberikan fleksibilitas lebih besar dalam pilihan program studi yang dapat kamu pilih.
Biaya Tes
Biaya tes GMAT lebih tinggi dibandingkan GRE. Untuk GMAT harganya US$275 (online) – US$250 (test center), sedangkan GRE harganya US$ 220.
Bagaimana Memilih Ujian yang Tepat?
Pemilihan antara GMAT dan GRE sebagian besar bergantung pada rencana pendidikan dan karier kamu. Jika kamu berencana melanjutkan studi bisnis dan mencari program MBA, maka GMAT mungkin menjadi pilihan yang lebih baik karena lebih diakui di lingkungan bisnis. Namun, jika kamu tertarik dengan program pascasarjana di luar bisnis, atau jika program studi kamu menerima kedua hasil ujian, kamu dapat memilih GRE untuk memberikan fleksibilitas lebih dalam pilihan program studi.
Penutup
Sebelum mengambil keputusan, lakukan riset tentang persyaratan masuk di perguruan tinggi atau universitas yang kamu minati. Periksa apakah mereka lebih memilih GMAT atau GRE untuk program studi tertentu. Ingatlah bahwa hasil GMAT atau GRE hanyalah salah satu elemen dalam proses aplikasi. Perguruan tinggi dan universitas juga mempertimbangkan riwayat akademis, pengalaman kerja, surat rekomendasi, dan esai pribadi kamu.
Yuk, konsultasikan rencana pendidikan kamu langsung ke ahlinya. Segera tekan tombol Whatsapp berikut untuk memulai konsultasi:
Jangan lupa untuk follow media sosial kami, agar kamu tidak ketinggalan informasi beasiswa, promo, event, dan lain sebagainya. Klik link berikut untuk menuju media sosial kami:
- Instagram: @edupacindonesia
- Facebook: @EdupacIndonesiaHQ.
Ikuti terus artikel kami selanjutnya, Thank You!


