Halo, Sobat Edupac! Ketika ditanya apa sebenarnya kegunaan sertifikat IELTS, banyak orang biasanya menjawab bahwa tes ini hanya dipakai untuk kuliah di luar negeri. Itu tidak salah, memang salah satu manfaat IELTS itu sebagai persyaratan untuk kuliah di luar negeri. Tetapi sebenarnya, manfaat IELTS itu ada banyak sekali, loh. Ada banyak sekali peluang yang bisa kamu raih jika memiliki skor IELTS yang baik.
Kira-kira apa saja itu? Berikut adalah kegunaan dari sertifikat IELTS:
Syarat Masuk ke Universitas Luar Negeri
Pertama dan banyak orang ketahui adalah sebagai syarat masuk ke universitas luar negeri. Dengan memiliki sertifikat IELTS, universitas di luar negeri dapat mengetahui apakah calon mahasiswa tersebut benar-benar siap atau tidak dalam mengikuti perkuliahan yang penuh bacaan akademik, diskusi kelas, dan berbagai tugas esai dalam bahasa Inggris. Melalui modul Academic, IELTS mengukur kemampuan membaca teks ilmiah, menulis deskripsi data, dan memahami bahasa formal yang sering digunakan di lingkungan pendidikan tinggi. Itulah sebabnya banyak kampus menetapkan batas skor tertentu, seperti 6.0–7.0 untuk program umum dan 7.0 ke atas untuk jurusan yang lebih ketat seperti hukum, kedokteran, atau universitas bergengsi. Universitas bergengsi apa saja? Misalnya, universitas Ivy League di Amerika Serikat, Russell Group di Inggris Raya (UK), Group of Eight di Australia, dan masih banyak lagi.
Selain skor total, universitas biasanya juga meminta nilai minimum pada setiap bagian tes agar calon mahasiswa tidak memiliki kelemahan besar di satu area penting, misalnya Writing atau Speaking. Ketentuan ini dibuat untuk mencegah mahasiswa kesulitan saat mengerjakan esai, laporan riset, atau melakukan presentasi selama kuliah. Dengan begitu, IELTS bukan sekadar persyaratan administratif, tetapi juga cara bagi universitas memastikan bahwa pelamar benar-benar siap menghadapi tantangan akademik yang menuntut.
Mengajukan Migrasi atau Permanent Resident (PR)
Kedua, IELTS sering dipakai sebagai syarat untuk mengajukan migrasi atau permanent resident. Hal ini dikarenakan pemerintah negara tujuan perlu memastikan bahwa pemohon mampu berkomunikasi dengan baik begitu mereka tiba di sana. Negara seperti Kanada, Australia, dan Inggris umumnya meminta IELTS General Training sebagai bukti bahwa seseorang bisa menggunakan bahasa Inggris untuk kebutuhan sehari-hari, bekerja, dan beradaptasi dalam lingkungan baru. Misalnya, Kanada mensyaratkan CLB 7 yang setara dengan IELTS 6.0 di setiap skill untuk program Express Entry, sementara Inggris hanya meminta level yang lebih rendah, yaitu sekitar IELTS 4.0 untuk Skilled Worker Visa. Selain itu, di Australia juga ada yang namanya visa Working and Holiday Visa (WHV), dimana pelamar perlu menunjukkan bukti kemampuan bahasa Inggris, dan IELTS menjadi salah satu opsi yang diterima.
Dalam proses migrasi, skor IELTS bukan hanya formalitas, tetapi bagian dari cara pemerintah menilai kesiapan seseorang untuk hidup dan bekerja secara mandiri. Tes ini membantu memastikan bahwa pemohon mampu mengerti dokumen penting, berkomunikasi di lingkungan kerja, hingga berinteraksi dengan masyarakat lokal. Dengan standar bahasa yang jelas seperti ini, proses seleksi imigrasi menjadi lebih transparan dan objektif, sekaligus memastikan pendatang memiliki kemampuan yang cukup untuk beradaptasi tanpa kesulitan.
Mendapatkan Lisensi Profesi
Ketiga, IELTS menjadi syarat wajib untuk mendapatkan lisensi profesi. Profesi di bidang kesehatan seperti dokter, perawat, dan tenaga kesehatan lain membutuhkan komunikasi yang jelas dengan pasien dan tim medis, sehingga kemampuan bahasa Inggris harus benar-benar teruji. Oleh karena itu, lembaga seperti GMC untuk dokter di Inggris dan Nursing and Midwifery Council (NMC) untuk perawat meminta skor yang cukup tinggi, biasanya di kisaran 7.0–7.5, dengan batas minimum khusus untuk tiap skill—terutama Speaking yang sangat penting dalam komunikasi klinis. (nmc.org.uk, 2025; ielts.org, 2025)
Selain bidang kesehatan, beberapa profesi teregulasi lain seperti teknik, hukum, dan akuntansi juga umumnya mensyaratkan IELTS Academic. Tes ini digunakan untuk memastikan bahwa tenaga profesional dari luar negeri mampu memahami dokumen teknis, aturan resmi, laporan kerja, dan berbagai bentuk komunikasi formal yang menjadi bagian dari pekerjaan sehari-hari. Dengan begitu, IELTS berfungsi sebagai jaminan bahwa seseorang memiliki kemampuan bahasa yang memadai untuk menjalankan profesi yang melibatkan tanggung jawab besar kepada masyarakat.
Syarat Mendapatkan Beasiswa
Selain itu, yang keempat, IELTS bisa menjadi salah satu syarat utama ketika mendaftar beasiswa internasional. Lembaga penyelenggara beasiswa tentunya perlu memastikan penerimanya (awardee) mampu mengikuti perkuliahan dan aktivitas akademik tanpa kendala bahasa. Banyak program beasiswa—baik dari pemerintah maupun universitas—meminta skor IELTS yang setara atau bahkan lebih tinggi dari syarat masuk kampusnya. Hal ini wajar karena pada umumnya penerima beasiswa akan mengikuti kelas intensif, seminar, riset, hingga penulisan akademik. Misalnya, beasiswa LPDP, Chevening, dan Fulbright umumnya meminta skor IELTS yang kompetitif, sering kali berada di kisaran 6.5–7.0 atau lebih untuk kuliah ke luar negeri.

Membuktikan Kemampuan Bahasa Inggris yang Resmi & Terstandardisasi
Kelima, yang tidak kalah penting, IELTS juga menjadi salah satu bukti kemampuan bahasa Inggris yang paling terpercaya di dunia. Tes ini diakui oleh lebih dari 12.000 institusi dan pemerintah di berbagai negara, sehingga hasilnya memiliki kredibilitas yang sangat tinggi. Dengan menggunakan skala penilaian 9 band, universitas, lembaga profesi, hingga pihak imigrasi dapat menilai kemampuan bahasa pelamar secara jelas dan objektif. Ditambah lagi, karena menguji empat aspek sekaligus—Listening, Reading, Writing, dan Speaking—IELTS memberikan gambaran yang menyeluruh tentang kemampuan berbahasa seseorang. (ielts.idp.com, 2025)
Standar yang konsisten ini membuat IELTS cocok digunakan pada proses seleksi penting seperti penerimaan mahasiswa dan permohonan imigrasi. Dengan sistem penilaian yang stabil dan diawasi oleh lembaga internasional, skor IELTS dianggap sebagai ukuran yang dapat diandalkan untuk mengetahui apakah seseorang siap menghadapi tuntutan akademik atau dunia kerja. Itu sebabnya IELTS menjadi salah satu bukti kemampuan bahasa Inggris yang paling banyak diterima di seluruh dunia.
Mendapat Poin Tambahan dalam Skema Imigrasi Berbasis Poin
Terakhir, yang keenam, dalam sistem imigrasi berbasis poin seperti di Kanada dan Australia, skor IELTS tidak hanya berfungsi sebagai syarat minimum, tetapi juga bisa menjadi penambah poin yang sangat berpengaruh pada peluang diterima. Di Kanada, misalnya, mencapai skor setara CLB 9 dapat memberikan tambahan poin yang signifikan dalam perhitungan CRS (ielts.ca, 2025). Sementara itu, di Australia, skor IELTS 7.0 masuk kategori Proficient English yang menambah 10 poin, dan skor 8.0 masuk kategori Superior English yang menambah 20 poin—dan tambahan poin inilah yang sering kali menjadi penentu apakah seseorang berhasil lolos dalam seleksi imigrasi atau tidak (ielts.idp.com, 2025).
Karena itu, banyak pemohon menjadikan IELTS sebagai strategi untuk memperkuat posisi mereka dalam proses seleksi. Mereka biasanya berusaha mendapatkan skor setinggi mungkin, bukan sekadar memenuhi persyaratan awal, demi mengumpulkan poin yang lebih besar dan meningkatkan peluang dipilih. Dengan demikian, IELTS berperan penting sebagai penentu daya saing dalam sistem imigrasi yang mengutamakan kualitas dan potensi ekonomi para calon pendatang.
Penutup
Pada akhirnya, IELTS bukan hanya sekadar tes bahasa, tetapi juga gerbang menuju berbagai kesempatan. Baik untuk masuk universitas, mengajukan migrasi, mengejar beasiswa, ataupun mendapatkan lisensi profesi, skor IELTS yang baik dapat membuka banyak pintu yang sebelumnya sulit dicapai. Dengan memahami persyaratan setiap jalur dan mempersiapkan diri dengan baik, siapa pun memiliki peluang lebih besar untuk meraih tujuan yang diimpikan.
Skor IELTS yang tinggi mungkin hanyalah awal—namun dari sinilah perjalanan besar sering kali dimulai. Jadi, ayo mulai persiapanmu dengan mengikuti program IELTS Preparation di Edupac Indonesia! Dengan dukungan materi resmi dari Kaplan Amerika Serikat, guru kami bisa membantu kamu memahami strategi, pola soal, dan teknik menjawab yang efektif di ujian IELTS yang sesungguhnya. Butuh konsultasi? Klik WhatsApp berikut untuk terhubung dengan Customer Service (CS) kami:
Jangan lupa untuk follow media sosial kami, agar kamu tidak ketinggalan informasi beasiswa, promo, event, dan lain sebagainya. Klik link berikut untuk menuju media sosial kami:
Instagram: @edupacindonesia
Ikuti terus artikel kami selanjutnya, Thank You!

