121 Views 10 minutes October 31, 2025

Halo, Sobat Edupac! Mungkin beberapa dari kalian sedang mencari jurusan kuliah dan tertarik untuk mengambil program studi bisnis. Mahasiswa atau calon mahasiswa yang mengambil studi bisnis biasanya berencana untuk menjadi pengusaha, tapi tidak sedikit juga yang merasa ilmu bisnis penting untuk meraih karir yang lebih baik, misalnya dengan menjadi seorang CEO di suatu perusahaan multinasional. Nah, salah satu program studi bisnis yang paling umum dan sering dipelajari adalah bagaimana melakukan manajemen bisnis itu sendiri. Manajemen bisnis mencakup banyak aspek penting yang berkaitan dengan bagaimana sebuah perusahaan dapat berjalan secara efektif dan efisien. Jadi, apa saja sebenarnya yang akan kamu pelajari di jurusan Manajemen Bisnis? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini!

Definisi Manajamen Bisnis

Business management atau manajemen bisnis adalah cara mengatur dan menjalankan suatu bisnis agar bisa berjalan dengan baik, teratur, dan mencapai tujuannya. Menurut Vincent Blok dalam jurnalnya, manajemen bisnis tidak hanya soal mengatur orang atau mengendalikan proses kerja saja. Lebih dari itu, manajemen bisnis juga tentang bagaimana seorang manajer:

  1. Menjaga agar bisnis tetap berjalan dengan baik dan efisien. (Planning and Controlling)
  2. Bekerja sama dengan orang lain, seperti karyawan dan tim, untuk mencapai hasil yang diinginkan. (Organising and Coordinating)
  3. Mengelola aset dan peluang usaha agar bisnis bisa berkembang dan memberi manfaat bagi masyarakat. (Organising)
  4. Terlibat langsung dalam kegiatan bisnis, bukan hanya memerintah dari atas. (Commanding)
  5. Bersikap tanggap terhadap masalah dan perubahan, serta berani mengambil tindakan untuk memperbaiki keadaan. (Planning)
  6. Menciptakan makna dalam pekerjaan, yaitu menjadikan bisnis bukan hanya tempat mencari untung, tetapi juga tempat untuk memberikan nilai dan dampak positif. (Controlling)

Jadi, secara sederhana: Manajemen bisnis adalah seni dan praktik mengatur, memimpin, dan mengembangkan bisnis dengan cara yang efisien, bertanggung jawab, dan bermakna bagi orang lain.

Dalam buku The Basics of Business Management (2017), memiliki kutipan pernyataan dari Henri Fayol yang merupakan salah satu tokoh penting dalam dunia manajemen. Seorang pemimpin akan selalu terlibat dalam praktik manajemen dan praktisi yang melakukan aktivitas manajemen kerap disebut sebagai seorang manager. Menurut Fayol, peran manajer terbagi ke dalam lima fungsi utama, yaitu:

  1. Perencanaan (Planning): menetapkan tujuan organisasi dan metode untuk mencapainya.
  2. Pengorganisasian (Organising): membangun struktur tugas yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
  3. Pemberian perintah (Commanding): memberikan instruksi kepada bawahan untuk melaksanakan tugas.
  4. Koordinasi (Coordinating): menyelaraskan kegiatan individu dan kelompok di dalam organisasi agar organisasi dapat berjalan dengan baik dan mencapai tujuannya.
  5. Pengendalian (Controlling): melakukan pemantauan yang berkelanjutan selama pelaksanaan dan evaluasi (yang merupakan bentuk audit) terhadap kegiatan, untuk memperbaiki hal-hal yang tidak sesuai serta memastikan pekerjaan dilakukan sesuai rencana.

Lebih lanjut, seorang manajer yang efektif itu harus:

  1. Mengidentifikasi gejala yang menyebabkan masalah dalam organisasi;
  2. Menganalisis atau mendiagnosis penyebab situasi tersebut;
  3. Mengusulkan cara untuk menyelesaikannya;
  4. Menyarankan tindakan perbaikan dan memantau kemajuan;
  5. Mengembangkan strategi untuk mencegah masalah di masa depan; dan
  6. Mengendalikan serta mengevaluasi kinerja stafnya.

Dengan kata lain, semua kegiatan yang berkaitan dengan perencanaan, pengorganisasian, pemberian perintah, serta koordinasi dan pengendalian dalam dunia usaha dapat disebut sebagai manajemen bisnis.

Unimy-Gradfair-November-2025
Siapkan langkahmu ke jenjang Master! Temui universitas top dunia di Unimy Grad Fair – Jakarta, 12 November. Klik gambar untuk informasi lebih lanjut dan pendaftaran!

Program Studi Manajemen Bisnis Belajar Apa Saja?

Kalau kamu menyimak penjelasan sebelumnya, mungkin sudah punya sedikit gambaran tentang apa saja yang dipelajari dalam manajemen bisnis. Tetapi agar lebih jelas, kami akan merujuk pada buku Oxford IB Diploma Programme – Business Management karya Loykie Lomine (2020), untuk menjelaskan lebih lanjut mengenai hal tersebut. Nah, belajar apa saja sih di jurusan manajemen bisnis?

1. Business organization and environment

Mahasiswa jurusan manajemen bisnis akan mulai dengan mempelajari bagaimana sebuah organisasi beroperasi dalam lingkungan bisnisnya. Di tahap ini, mereka mengenal berbagai jenis organisasi, visi dan misi perusahaan, serta pentingnya tanggung jawab sosial (CSR) dalam menciptakan nilai bagi masyarakat. Selain itu, mahasiswa juga diajak menganalisis pengaruh faktor eksternal seperti sosial, ekonomi, politik, dan teknologi, serta memanfaatkan alat seperti SWOT dan Ansoff Matrix untuk merancang strategi bisnis yang tepat.

2. Human resource management

Selanjutnya, mahasiswa akan mendalami bagaimana mengelola sumber daya manusia agar organisasi dapat berjalan secara efektif. Topik yang dipelajari mencakup struktur organisasi, gaya kepemimpinan, teori motivasi kerja, dan cara membangun budaya kerja yang positif. Melalui pemahaman ini, mahasiswa diharapkan mampu menciptakan lingkungan kerja yang produktif, harmonis, dan berkelanjutan.

3. Finance and accounts

Di bidang keuangan, mahasiswa belajar bagaimana mengatur dan mengawasi keuangan bisnis secara bijak. Mereka akan memahami berbagai sumber pendanaan, menyusun laporan keuangan seperti neraca dan laba rugi, serta melakukan analisis rasio untuk menilai kinerja perusahaan. Pembelajaran ini membantu mahasiswa memahami peran penting keuangan dalam menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan bisnis.

4. Marketing

Dalam bidang pemasaran, mahasiswa mempelajari cara mengenali kebutuhan pasar dan membangun hubungan dengan pelanggan. Konsep penting seperti marketing mix (4P) — produk, harga, promosi, dan distribusi — menjadi dasar pembelajaran, disertai topik riset pasar, segmentasi konsumen, dan strategi pemasaran digital. Tujuannya adalah agar mahasiswa mampu menciptakan nilai bagi pelanggan dan menjaga daya saing bisnis di tengah perubahan pasar yang cepat.

5. Operations management

Terakhir, mahasiswa akan belajar bagaimana mengelola proses produksi agar efisien dan menghasilkan produk berkualitas tinggi. Materinya meliputi metode produksi, manajemen kualitas, pemilihan lokasi usaha, serta peran inovasi dan penelitian dalam meningkatkan kinerja operasional. Dari sini, mahasiswa memahami bagaimana setiap proses dalam bisnis saling terhubung untuk menciptakan nilai dan kepuasan bagi pelanggan.

Kelima topik di atas merupakan dasar dari ilmu manajemen bisnis. Jika kamu ingin mempelajari manajemen bisnis pada tingkat yang lebih mendalam dan praktis, kamu bisa mempertimbangkan untuk mengambil Master of Business Administration (MBA). Dalam program MBA, kamu tidak hanya belajar tentang konsep manajemen bisnis, tetapi juga memahami bagaimana menerapkannya secara langsung melalui studi kasus, proyek, dan pengalaman nyata di dunia kerja.

Jadi ayo kuliah MBA sekarang! Berikut rekomendasi universitas dari EduXpert yang merupakan ahlinya dalam studi internasional. Pastinya list universitas berikut ini sudah Triple Crown Accreditation, jadi tidak perlu diragukan lagi soal kualitas pendidikan bisnis dan manajemennya:

Penerapan Ilmu Manajemen Bisnis Dalam Situasi Nyata

Jurusan Manajemen Bisnis biasanya diberikan studi kasus dan mahasiswa diminta untuk menyelesaikan berdasarkan teori-teori yang mereka pelajari di bangku kuliah. Berikut contoh studi kasus yang baru-baru ini terjadi:

Case Study: “Back to Starbucks” Strategy

Starbucks melaporkan pertumbuhan same-store sales global +1% (pertama kali setelah beberapa kuartal negatif) dan pendapatan kuartal naik ~5% menjadi sekitar $9,6 miliar. Namun laba terdampak berat oleh biaya restrukturisasi, penutupan gerai, dan kenaikan harga kopi sehingga profit turun signifikan. Perusahaan juga melakukan penutupan ratusan gerai dan pemangkasan staf sebagai bagian dari strategi “Back to Starbucks”. (investor.starbucks.com, 2025)

Langkah Pemecahan Masalah:

  1. Diagnosis cepat (pakai ilmu di bab Organization & Environment)

    Langkah pertama dalam memecahkan masalah yang dihadapi Starbucks adalah melakukan diagnosis cepat untuk memahami kondisi bisnis secara menyeluruh. Melalui analisis SWOT, terlihat bahwa Starbucks memiliki kekuatan utama pada merek dan jangkauan global yang luas. Namun, perusahaan juga menghadapi kelemahan berupa margin keuntungan yang menurun serta beberapa gerai yang kinerjanya kurang optimal. Di sisi lain, ada peluang besar dari peningkatan layanan digital dan pemulihan pasar di Tiongkok, tetapi ancaman datang dari kenaikan harga biji kopi dan persaingan lokal yang semakin ketat.

    Selain itu, dengan menggunakan analisis STEEPLE, perusahaan dapat meninjau faktor eksternal seperti tekanan biaya bahan baku, kebijakan tenaga kerja dan serikat pekerja, serta kondisi ekonomi yang memengaruhi daya beli konsumen. Hasil dari analisis ini membantu mengidentifikasi gerai yang kurang efisien, memahami dampak kenaikan biaya produksi, dan menemukan akar masalah pelayanan seperti antrean panjang dan kepuasan pelanggan yang menurun.

  2. Planning — Sasaran Terukur (Finance & Accounts + Operations management)

    Starbucks menetapkan target yang jelas untuk memperbaiki kinerja keuangannya dalam waktu 90 hari. Fokus utama perusahaan adalah memulihkan margin keuntungan dan menstabilkan arus kas, sambil menunda pembukaan gerai baru hingga kondisi keuangan kembali sehat. Selain itu, Starbucks juga merancang strategi harga dan menu yang lebih efisien dengan meninjau kembali sensitivitas harga pelanggan serta mempertimbangkan penyesuaian harga dan paket promosi yang dapat meningkatkan penjualan tanpa mengorbankan loyalitas pelanggan.

  3. Organising — Restrukturisasi Operasi (Human Resource Management + Operations Management)

    Starbucks membentuk tim khusus lintas divisi yang terdiri dari bagian operasional, rantai pasok, keuangan, pemasaran, dan sumber daya manusia untuk mempercepat proses perbaikan. Tim ini melakukan audit singkat di setiap gerai guna mengidentifikasi kendala utama, seperti tata letak yang kurang efisien, kekurangan staf di jam sibuk, atau sistem kasir yang lambat. Setelah masalah utama ditemukan, perusahaan kemudian menstandarkan prosedur pelayanan agar lebih cepat dan konsisten, termasuk pengaturan jalur khusus untuk pemesanan takeaway dan optimalisasi alur pemesanan melalui aplikasi mobile.

  4. Leading / Commanding — People & Culture (Human Resource Management)

    Starbucks berfokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan barista dan program pelayanan prima agar pengalaman pelanggan tetap konsisten di setiap gerai. Para manajer juga didorong untuk terlibat langsung di jam-jam sibuk, membantu tim di lapangan dan memberi contoh kepemimpinan yang proaktif. Selain itu, perusahaan menjaga komunikasi yang terbuka terkait proses restrukturisasi dan memberikan dukungan bagi karyawan yang terdampak, seperti pelatihan ulang atau bantuan transisi kerja, guna meminimalkan risiko konflik dan menjaga reputasi perusahaan.

  5. Coordinating — Sinkronisasi Pemasaran & Operasional (Marketing)

    Starbucks meluncurkan kampanye “Back to Starbucks” yang menonjolkan peningkatan layanan, menu musiman, serta kemudahan pemesanan melalui aplikasi dan program loyalitas. Strategi ini dipadukan dengan promosi yang terukur, seperti paket sarapan dan program happy hour, untuk meningkatkan frekuensi kunjungan pelanggan. Selain itu, perusahaan juga mengintegrasikan sistem kasir dengan layanan pengantaran, sehingga proses pemesanan menjadi lebih cepat, akurat, dan efisien di seluruh gerai.

  6. Controlling — Ukur & Kunci (Finance and accounts + Operations Management)

    Starbucks memantau kinerja bisnis melalui indikator utama seperti penjualan per gerai, waktu layanan rata-rata, margin keuntungan, arus kas mingguan, dan tingkat kepuasan pelanggan. Semua data tersebut dikumpulkan dalam dashboard pemantauan yang dievaluasi secara rutin melalui rapat mingguan tim manajemen untuk memastikan setiap strategi berjalan sesuai rencana. Selain itu, perusahaan juga meninjau ulang biaya pasokan dan menggunakan strategi seperti kontrak jangka menengah atau hedging untuk mengurangi risiko akibat fluktuasi harga biji kopi yang dapat memengaruhi profitabilitas.

Penting untuk diketahui, strategi manajemen bisnis seperti yang diterapkan Starbucks tidak terjadi secara instan. Prosesnya memerlukan pemikiran kritis, analisis berbasis data, serta kolaborasi lintas divisi untuk menemukan solusi yang tepat. Keberhasilan strategi ini juga ditunjang oleh kombinasi soft skill seperti kepemimpinan dan komunikasi, serta hard skill seperti analisis data, keuangan, dan manajemen operasional.

Oleh karena itu, bagi yang sudah lulus sarjana di Manajemen Bisnis, ambil-lah gelar pascasarjana khususnya MBA. Karena dengan mengikuti MBA, kamu diajarkan lebih banyak ilmu praktis yang tentunya bisa bermanfaat untuk karir kamu kedepannya. Faktanya, lulusan MBA bisa meraih gaji yang cukup tinggi yaitu sekitar $36.000 hingga $46.795 per tahun di Asia Timur dan Tenggara (gmac.com, 2025). Jika tertarik, bisa datang ke event Access MBA ini biar bisa langsung komunikasi dengan representatif universitas bergengsi di luar negeri:

Access-MBA-November-2025
Ingin lanjut ke MBA? Temukan program terbaik, universitas unggulan, dan networking hebat di ACCESS MBA Jakarta! Klik gambar untuk informasi lebih lanjut!

 

Butuh konsultasi lebih lanjut mengenai pemilihan universitas? Hubungi EduXpert dengan mendaftarkan diri pada formulir online di link berikut: www.edupac-id.com/university/. Atau kamu bisa klik tombol WhatsApp berikut untuk terhubung dengan Customer Service (CS) kami:

whatsapp-kaplan-edupac-jakarta

Jangan lupa untuk follow media sosial kami, agar kamu tidak ketinggalan informasi beasiswa, promo, event, dan lain sebagainya. Klik link berikut untuk menuju media sosial kami:

Instagram: @edupacindonesia

Ikuti terus artikel kami selanjutnya, Thank You!