1703 Views 8 minutes May 5, 2025 May 7, 2025

Halo, Sobat Edupac! Apakah kamu sedang merencanakan untuk kuliah MBA? Yap, program Master of Business Administration (MBA) memang sudah lama menjadi pilihan favorit bagi mahasiswa, baik di dalam maupun luar negeri. Bukan tanpa alasan—gelar MBA menawarkan banyak manfaat, baik untuk pengembangan diri maupun peningkatan karier. Menurut jurnal “Is an MBA Degree Necessary to Be a CEO of a Large Corporation“, gelar MBA bahkan bisa menjadi tiket menuju posisi puncak seperti CEO di perusahaan besar, lho!

Nah, kamu penasaran nggak, berapa sih kisaran gaji lulusan MBA? Berdasarkan Corporate Recruiters Survey 2024 dari GMAC, lulusan MBA di Asia Tenggara diperkirakan memiliki gaji awal sekitar 1,25 kali lebih tinggi dibandingkan lulusan sarjana, dengan median gaji sekitar $35.000 USD atau sekitar Rp 575 juta per tahun. Tidak hanya itu, permintaan terhadap lulusan GME (Graduate Management Education) seperti MBA, Master in Finance, dan sejenisnya diproyeksikan akan meningkat sebesar 65% dalam lima tahun ke depan.

Wow, meraih gelar MBA memang bisa jadi investasi yang luar biasa untuk masa depan, bukan? Tapi, tahukah kamu kalau untuk bisa kuliah MBA ada sejumlah syarat wajib yang harus dipenuhi? Sayangnya, masih banyak yang belum tahu akan hal ini. Nah, di kesempatan kali ini, kami ingin membagikan 6 hal penting yang harus kamu siapkan agar bisa kuliah MBA—dan semoga bisa tembus ke universitas atau business school yang bergengsi!

Apa saja yang perlu kamu persiapkan? Yuk, simak selengkapnya di bawah ini!

1. Wajib Memiliki Pengalaman Kerja

work-experience
Untuk dapat kuliah MBA, kamu harus memiliki pengalaman kerja kurang lebih 3 – 5 tahun dan dibuktikan lewat CV.

Berbeda dengan gelar pascasarjana lainnya, yang mungkin hanya mensyaratkan kamu untuk minimal lulus gelar Sarjana (S1). Hampir semua universitas atau business school di dunia — terutama yang dalam kategori presitisus — mewajibkan kandidat mahasiswa MBA mereka untuk memiliki pengalaman kerja. Durasi pengalaman kerja bervariatif, tapi pada umumnya butuh 3 – 5 tahun pengalaman kerja dan untuk jenis MBA tertentu (contoh Executive MBA) mensyaratkan lebih banyak dari 5 tahun. Itulah kenapa banyak universitas atau business school meminta kandidat mahasiswa untuk melampirkan Curriculum Vitae (CV), tujuannya untuk mengetahui riwayat dan prestasi kerja kamu.

Pertanyaan yang sering ditanyakan, kenapa butuh pengalaman kerja? Karena kelas MBA itu belajar menggunakan metode case study atau studi kasus, dimana hanya yang berpengalaman lah bisa lebih menangkap isi pelajarannya. Bukankah ada pepatah yang mengatakan, “Experience is the best teacher“? Pepatah tersebut benar-benar berlaku di dunia MBA. Karena kamu itu dipersiapkan untuk posisi level manajerial dimana kamu merupakan kunci penting dalam perusahaan, itulah kenapa critical-thinking (kemampuan berpikir kritis) sifatnya wajib untuk mahasiswa MBA. Universitas atau business school prestisius pun bertanggung jawab atas reputasi gelar yang mereka berikan. Mereka tidak akan mengambil risiko menerima kandidat yang belum qualified dan hanya calon dengan pengalaman kerja serta rekam jejak yang baik lah yang akan diterima ke program MBA mereka.

2. Lulus Sarjana (S1)

wajib-memiliki-gelar-sarjana-s1
MBA adalah gelar pascasarjana, sehingga kamu wajib memiliki gelar sarjana atau setara.

Sebagai program magister (S2), syarat mutlak mendaftar MBA adalah telah meraih gelar Sarjana (S1). Karena MBA adalah gelar profesional yang menitikberatkan pada pengembangan keterampilan manajerial dan bisnis, jurusan S1‑mu tidak perlu searah dengan bisnis—mulai dari teknik, sains, seni, hukum, hingga humaniora sama-sama diterima. Keberagaman latar belakang ini justru memperkaya diskusi kelas dengan perspektif yang berbeda-beda.

Penting untuk kamu ketahui, tujuan dibentuknya program MBA diawali ketika Amerika Serikat berada di tengah gelombang Revolusi Industri. Perusahaan‑perusahaan besar membutuhkan manajer yang terampil dalam mengelola operasi bisnis yang kompleks, sehingga lahirlah kurikulum yang memadukan teori, studi kasus nyata, dan praktik lintas disiplin, yaitu MBA. Itulah kenapa, semakin ragam latar belakang mahasiswa, semakin luas pula sudut pandang yang dihadirkan dalam kelas untuk menyusun solusi bisnis.

Baca Juga: Apa itu MBA? Definisi, Jenis, Alasan & Tips Meraih Gelar MBA

3. GMAT (Graduate Management Admission Test)

tes-gmat
Walaupun ada universitas atau business school tidak mewajibkan GMAT dalam program MBA mereka, tapi dengan memiliki skor GMAT yang tinggi dapat membantu proses seleksi dan meningkatkan kesempatan memiliki beasiswa.

Walaupun beberapa universitas atau business school tidak mewajibkan, tapi dengan memiliki skor tinggi pada tes GMAT dapat banyak membantu kamu dalam proses penerimaan studi MBA. Karena GMAT adalah tes potensi akademik pascasarjana, jadi skor yang baik menunjukkan bahwa kamu memiliki dasar pengetahuan dan kemampuan analitis yang kuat.  Itu artinya, peluangmu untuk sukses menyelesaikan program MBA pun akan meningkat, dan universitas atau business school tentu tidak akan melewatkan kandidat sepertimu. Bahkan, beberapa institusi sering menawarkan beasiswa parsial atau potongan biaya kuliah khusus bagi pelamar dengan skor GMAT yang tinggi — sehingga beban finansialmu bisa jauh lebih ringan.

Selain GMAT ada tes lain yang serupa yaitu GRE. Tetapi khusus untuk yang ingin program studi bisnis seperti MBA, kami selalu menyarankan untuk ambil GMAT. Sementara itu, jika kamu berencana melanjutkan ke program pascasarjana non‑bisnis, maka GRE bisa menjadi pilihan yang lebih sesuai. Ujian GRE lebih bersifat umum untuk semua jenjang pascasarjana seperti sains, humaniora, teknik, dan sebagainya. Sedangkan GMAT memang ujian yang dirancang untuk program studi bisnis.

Ikut kursus GMAT sekarang! klik link berikut: Kursus GMAT Preparation — Edupac Indonesia.

4. Letter of Recommendation (Surat Rekomendasi)

surat-rekomendasi
Dalam proses aplikasi MBA, pihak admisi universitas biasanya meminta calon mahasiswa untuk melampirkan setidaknya dua surat rekomendasi: satu yang menjelaskan latar belakang akademik dan satu yang menggambarkan pengalaman profesional.

Surat rekomendasi merupakan salah satu syarat krusial yang tidak boleh diabaikan. Kamu diwajibkan untuk menyertakan dua surat rekomendasi dari pihak yang berbeda. Pertama, surat rekomendasi dari atasan atau supervisor di tempat kerja yang benar-benar memahami prestasi dan kontribusimu selama berkarier. Surat ini harus mampu menggambarkan kemampuan kepemimpinan, keterampilan memecahkan masalah, serta etos kerja profesional yang kamu miliki. Kedua, surat rekomendasi dari pihak akademik, seperti dosen pembimbing atau pengajar yang pernah bekerja sama denganmu selama masa kuliah. Mereka diharapkan dapat memberikan testimoni tentang kapasitas akademik, semangat belajar, dan potensimu dalam mengejar pendidikan tinggi. Pastikan memilih pihak yang benar-benar mengenalmu secara mendalam agar surat rekomendasi yang dihasilkan lebih autentik dan berdampak positif pada penilaian aplikasimu!

5. TOEFL iBT atau IELTS

toefl-ielts
Selain karena bahasa Inggris merupakan bahasa internasional, universitas atau business school dengan program MBA yang baik kebanyakan di negara berbahasa Inggris.

Jangan lupakan syarat kemampuan berbahasa Inggris! Hampir seluruh business school ternama di dunia—terutama yang berlokasi di negara berbahasa Inggris seperti Amerika Serikat, Inggris, Australia, atau Kanada—mensyaratkan skor TOEFL iBT atau IELTS sebagai bukti penguasaan bahasa Inggrismu. Tes ini mengukur kemampuan membaca, menulis, mendengarkan, dan berbicara dalam konteks akademik. Walaupun setiap universitas atau business school memiliki standar yang berbeda-beda, namun umumnya IELTS yang diminta berkisar 6.5 – 7.0, kalau di konversikan ke TOEFL iBT sekitar 79 – 101. Ingat, skor yang tinggi tidak hanya memenuhi syarat administrasi, tetapi juga menunjukkan bahwa kamu siap menghadiri perkuliahan dengan materi berbahasa Inggris intensif dan berinteraksi dalam lingkungan global. Jadi, persiapkan diri dengan matang dan ikuti kursus persiapan jika diperlukan!

Ikut kursus TOEFL iBT atau IELTS sekarang! Klik link berikut untuk menuju halaman kursus:

6. Personal Statement Letter

menulis-surat-motivasi-untuk-aplikasi-universitas
Menulis personal statement dengan baik dapat meningkatkan peluang kamu diterima universitas!

Ini saatnya kamu “ngobrol” langsung dengan tim penerimaan lewat tulisan! Surat pernyataan pribadi (personal statement letter) adalah peluang emas untuk menceritakan kisah kamu seperti tujuan karier, alasan memilih program MBA, hingga kontribusi yang bisa kamu berikan ke kampus. Jangan hanya sekadar menceritakan daftar prestasi kamu saja, tapi harus membuat cerita yang memorable! Misalnya, tantangan profesional yang berhasil kamu atasi, visi kepemimpinanmu, atau alasan spesifik mengapa tertarik pada universitas tersebut. Pastikan esai yang ditulis terasa personal, jujur, dan tentunya bebas dari kesalahan tata bahasa.

Bahkan ada studi yang menegaskan betapa pentingnya personal statement pada proses aplikasi ke universitas. Penelitian HEPI (Higher Education Policy Institute, UK 2023) menemukan bahwa rata-rata petugas penerimaan hanya menghabiskan sekitar 2 menit untuk membaca satu personal statement, dengan 39% dibaca satu menit atau kurang. Meski waktunya singkat, 88% menggunakan esai ini untuk menilai minat pelamar terhadap jurusan yang dipilih, 40% mengevaluasi potensi akademik, dan 29% fokus pada pengalaman kerja. Meski nilai akademik tetap jadi penentu utama, personal statement menjadi kunci di program vokasi atau jurusan dengan persaingan yang tinggi, di mana esai berfungsi sebagai pembeda kandidat dengan kualifikasi serupa.

Oleh karena itu, susunlah personal statement letter kamu sebaik mungkin agar mampu menarik perhatian tim seleksi dan membuatmu menonjol di antara ribuan pelamar yang mendaftar. Kami juga memiliki program Academic Writing sehingga kamu dapat mengasah keterampilan menulis akademik secara terstruktur dan efektif, hubungi kami jika kamu tertarik.

 

 

Nah, Sobat Edupac, itulah 6 syarat wajib yang harus kamu penuhi jika ingin melanjutkan kuliah MBA. Dari pengalaman kerja hingga persiapan dokumen seperti GMAT dan surat motivasi, setiap tahap ini adalah langkah penting untuk membuktikan kesiapanmu menjadi calon pemimpin di masa depan.

Ingat, gelar MBA bukan sekadar ijazah, tapi investasi untuk membuka pintu jaringan global, pengetahuan strategis dan praktis, hingga percepatan karier. Jangan ragu untuk mulai menyusun rencana dari sekarang, ikuti kursus persiapan, dan rajinlah bertanya kepada alumni atau konsultan pendidikan seperti EduXpert untuk tips tambahan. Butuh pertanyaan lebih lanjut? klik tombol WhatsApp berikut ini untuk terhubung dengan Customer Service kami:

Jangan lupa untuk follow media sosial kami, agar kamu tidak ketinggalan informasi beasiswa, promo, event, dan lain sebagainya. Klik link berikut untuk menuju media sosial kami:

  1. Instagram: @edupacindonesia
  2. Facebook: @EdupacIndonesiaHQ.

Ikuti terus artikel kami selanjutnya, Thank You!